NSA Laporkan Peretas Rusia Curi Info Rahasia Pertahanan AS

Foto NSA
Foto NSA

Washington, Sayangi.com– Peretas yang terkait dengan Rusia dilaporkan mencuri data daring rincian strategi yang digunakan oleh Amerika Serikat dari National Security Agency .

Peretas tersebut membobobol data di komputer rumah kontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA) menyimpan informasi itu di komputer rumahnya. Komputer tersebut berisi data rahasia NSA tahun 2015, demikian laporan Wall Street Journal (WSJ).

The Wall Street Journal melaporkan pada hari Kamis waktu setempat bahwa hacker mengidentifikasi file di komputer kontraktor dengan menggunakan perangkat lunak antivirus yang dibuat oleh Kaspersky Lab.

Perusahaan tersebut diketahui merupakan  perusahaan yang berbasis di Rusia. Para ahli mengatakan kepada Journal bahwa ini adalah “salah satu pelanggaran keamanan yang paling signifikan” dalam beberapa tahun terakhir.

Pelanggaran yang dituduhkan terjadi di bawah pemerintahan Obama namun baru ditemukan pada musim semi ini, menurut laporan tersebut. Juru bicara NSA tidak berkomentar mengenai laporan tersebut, dengan mengatakan, “Apakah informasi tersebut dapat dipercaya atau tidak?.

NSA menolak untuk memberikan komentar dengan alasan bahwa “badan keamanan AS tidak pernah mengomentari lembaga yang terkait dengan kami atau masalah pribadi.”

Jika kasus tersebut memang benar terjadi, maka peretasan itu akan menandai rangkaian terbaru pembobolan terhadap data rahasia dari badan intelijen rahasia AS, termasuk kebocoran data pada 2013 menyangkut program pengintaian rahasia AS oleh karyawan kontrak NSA, Edward Snowden.

Senator AS dari Partai Republik Ben Sasse mengatakan bahwa jika laporan Wall Street Journal (WSJ) benar, maka dapat menimbulkan kekhawatiran.

Isi laporan WSJ bisa meningkatkan ketegangan menyangkut pernyataan AS bahwa ada gelombang peretasan terhadap berbagai target AS oleh Rusia.  Termasuk dengan mengincar badan pemilihan negara bagian, serta peretasan terhadap sejumlah komputer Partai Demokrat dalam upaya untuk mengacaukan hasil pemilihan Presiden AS 2016.

Pemilu 2016 ini telah dimenangi oleh Donald Trump dari Partai Republik. Laporan tersebut muncul di tengah penyelidikan yang terus berlanjut mengenai campur tangan Rusia dan kolusi potensial dengan pejabat kampanye Trump selama pemilihan presiden 2016.

Perusahaan Kaspersky membantah keras tuduhan tersebut dan pada Kamis mengeluarkan pernyataan, yang berbunyi bahwa pihaknya terjebak di tengah pertarungan politik.

“Lab Kaspersky belum mendapatkan bukti yang membuktikan keterlibatan perusahaan dalam dugaan insiden tersebut,” ungkap perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Sebagai perusahaan swasta, Kaspersky Lab tidak memiliki hubungan yang tidak pantas dengan pemerintah manapun, termasuk Rusia, dan satu-satunya kesimpulan tampaknya Lab Kaspersky terjebak di tengah pertarungan geopolitik.”

Seorang mantan hacker NSA mengatakan kepada Fox News bahwa Kaspersky telah dikenal di komunitas intelijen untuk memiliki “hubungan yang dipertanyakan.”

Mantan hacker NSA mengatakan kepada Fox News bahwa NSA kemungkinan tidak akan mengakui pelanggaran tersebut, karena akan menjadi “cengkraman yang tidak ingin mereka lewati.”

Departemen Keamanan Dalam Negeri 13 Sepetember lalu mengeluarkan larangan semua departemen dan lembaga pemerintah A.S. untuk menggunakan produk Kaspersky.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga menyebutkan bahwa “pelaku mata mata cyber” dapat menggunakan perangkat lunak perusahaan untuk melakukan hack ke file komputer.

“Risiko bahwa pemerintah Rusia, apakah bertindak sendiri atau bekerja sama dengan Kaspersky. Kremlin dapat memanfaatkan akses yang diberikan oleh produk Kaspersky untuk memata matai sistem informasi yang secara langsung melibatkan keamanan nasional AS,ungkap DHS”.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan Fox News untuk mengomentari laporan tersebut.

Sumber:Fox News