Lawatan Bersejarah Raja Salman Ke Rusia Bahas Kerjasama Energi Hingga Suriah

Foto Sputnik News
Raja Salman dan Presiden Putin di Kremlin, Moskow, Kamis (5/10)/Foto: AP

Moskow, Sayangi.com– Presiden Rusia Vladimir Putin dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud menggelar pertemuan bilateral di Kremlin, Moskow, Kamis (5/10) siang waktu setempat.

Kunjungan Raja Salman selama tiga hari di Moskow  akan berkonsentrasi membicarakan kerjasama energi dan penyelesaian konflik Suriah.

Kantor berita Rusia Tass melaporkan, Putin menyambut dengan senang hati raja Saudi tersebut dalam kunjungan pertamanya ke Moskow. Ia mengungkapkan keyakinan bahwa kunjungan Raja Salman akan memberi dorongan baru bagi perkembangan hubungan bilateral kedua negara ini.

Sedangkan Raja Salman mengungkapkan kesamaan pandangan kedua negara  terhadap banyak masalah regional dan internasional.

“Kami yakin bahwa ada banyak peluang untuk memperluas dan melakukan diversifikasi kerjasama ekonomi antara negara kita untuk kepentingan negara kita,” ujar raja Saudi tersebut.

Dalam pertemuannya dengan Putin, Raja Salman juga mengatakan bahwa masyarakat internasional perlu meningkatkan upaya untuk memerangi ekstremisme, terorisme dan sumber pendanaannya.

Raja Salman juga mengundang Putin untuk berkunjung ke Arab Saudi. Putin menyatakan  menerima undangan tersebut dengan senang hati.

Secara garis besar, kunjungan Raja Salman ke Moskow membahas isu dan kerjasama berikut ini:

Krisis Suriah

Terkait krisis Suriah, Raja Salman menyampaikan kepada Putin agar diselesaikan dengan cara politik yang akan menjamin keamanan dan stabilitas, serta integritas wilayah negara tersebut.

Raja Salman meminta penyelesaiannya sesuai dengan keputusan Jenewa-1 dan resolusi Dewan Keamanan PBB 2254.

“Solusi politik harus dicapai yang menjamin keamanan, stabilitas, kesatuan dan integritas teritorial Suriah,” kata Raja Salman.

Pasar minyak global

Raja Salman mencatat, khususnya, bahwa Arab Saudi berusaha untuk melanjutkan kerja sama dengan Rusia untuk mencapai stabilitas di pasar minyak global.

“Kami berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama positif antara negara-negara kita untuk mencapai stabilitas di pasar minyak global, yang akan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi global,” katanya.

Raja Saudi juga menyatakan keyakinan bahwa ada banyak peluang untuk memperluas dan melakukan diversifikasi kerjasama antara Arab Saudi dan Rusia, untuk menciptakan basis investasi perdagangan dan ekonomi.

Dia mencatat bahwa Moskow dan Riyadh dapat memperluas penggunaan keuntungan relatif dari ekonomi kedua negara, yang akan memungkinkan untuk mengintensifkan hubungan perdagangan.

Kerja sama militer

Vendor senjata negara Rusia Rosoboronexport dan Saudi Military Industries Company telah menandatangani sebuah memorandum mengenai pembelian dan produksi lokal produk militer.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh CEO Rosoboronexport Alexander Mikheyev dan Ketua Dewan Direksi Perusahaan Industri Militer Saudi Ahmad Al-Khateeb.

Rosoboronexport dan Saudi Military Industries Company juga menandatangani kontrak mengenai persyaratan umum untuk mengorganisir produksi lisensi senapan dan peluru Kalashnikov AK 103 dari berbagai sebutan di tanah Saudi.

Menyusul hasil perundingan, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Energi, Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Khalid Al-Falih menandatangani sebuah kesepakatan mengenai kerja sama bilateral dalam eksplorasi luar angkasa dan penggunaan untuk tujuan damai.

Peta jalan dagang

Rusia dan Arab Saudi menandatangani sebuah peta jalan mengenai kerjasama perdagangan-ekonomi dan ilmiah-teknis untuk paruh waktu.

Peta jalan tersebut ditandatangani oleh Menteri Energi Rusia Alexander Novak dan Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi Majed bin Abdullah Al-Qasabi.