Pangeran Charles Sebut Ada Plastik Di Menu Ikan

Pangeran Charles menjadi pembicara utama pertemuan tahunan Our Ocean Ke 4, Di Malta,5 Oktober 2017. Foto The Guardian
Pangeran Charles menjadi pembicara utama pertemuan tahunan Our Ocean Ke 4, Di Malta,5 Oktober 2017. Foto The Guardian

Malta,Sayangi.com- Pangeran Charles Kamis pagi waktu negara Malta (5/10) menjadi pembicara utama pada konferensi tahunan “Our Oceans”  yang keempat. Konferensi yang ini membahas cara membersihkan dan melindungi samudra.

Konferensi tersebut diselenggarakan di Malta dan juga dihadiri oleh Perdana Menteri Joseph Muscat, komisaris tinggi luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini dan Komisaris Perikanan UE, Karmenu Vella.

Konferensi Our Ocean 2017 akan membahas tema kawasan lindung laut, perikanan berkelanjutan, polusi laut, dan perubahan iklim

Lebih dari 40 menteri dan pemimpin lainnya dari 100 negara menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan ini diharapkan menjadi komitmen semua bangsa untuk melindungi laut

Konferensi sebelumnya telah melihat berbagai komitmen yang disetujui oleh negara-negara donor serta bantuan yang dijanjikan dalam bersih laut.

Dalam pidatonya, Pangeran Wales mendesak konsumen untuk mencocokkan komitmen yang dibuat oleh beberapa merek terbesar di dunia untuk menghentikan dampak buruk yang dialami plastik di lautan.

Pangeran Charles juga menyoroti bagaimana bahan limbah semakin banyak ditemukan pada ikan tersedia di meja makan. Ini adalah persoalan yang semakin memburuk dimana tahun 2050 nanti dikhawatirkan bahwasanya di laut akan lebih banyak plastik daripada ikan.

“Ancaman yang berkembang terhadap ekologi laut dunia telah mencapai titik kritis dimana plastik sekarang ada di menu,” ungkap Charles pada konferensi tersebut.

Yang dibutuhkan saat adalah lingkaran ekonomi yang memungkinkan plastik didaur ulang dan digunakan kembali. Bukan dibuat, digunakan dan kemudian dibuang jauh.

Seperti yang Anda ketahui delapan juta ton plastik yang masuk ke laut setiap tahun. Hal itu salah satunya melalui tindakan kita sendiri, saya bisa menambahkan sekarang hampir di mana-mana kita temukan sampah plastik.

Charles menambahkan “Untuk semua plastik yang telah dihasilkan sejak tahun 1950-an yang telah berakhir di laut, hingga masih bersamamu dalam satu bentuk lainnya.

Sehingga dimanapun Anda berenang ada partikel plastik di dekat Anda dan kami sangat dekat untuk mencapai partikel tersebut. Saat ikan dilaut lepas  tertangkap dan ikan yang Anda makan akan mengandung plastik. “Plastik memang sekarang ada di menu,” tutur charles.

Sementara itu Ellen MacArthur Foundation telah menerbitkan sebuah laporan dengan World Economic Forum yang mengklaim bahwa, pada tahun 2050, lautan diperkirakan mengandung lebih banyak plastik daripada ikan.

Dan di awal tahun ini  Pulau Henderson, pulau karang kecil tak berpenghuni yang yang terletak Pasifik Selatan bagian timur menjadi berita utama dunia. Hal ini lantaran  hampir 18 ton sampah plastik terdampar di pulau terpencil ini.

Sumber: timesofmalta.com