Polisi Akan Selidiki Kebenaran Video Dugaan Ujaran Kebencian Eggi Sudjana

Eggi Sudjana
Jakarta, Sayangi.com – Ketua Aliansi Advokat Nasionalis Johannes L Tobing melaporkan Eggi Sudjana ke Polda Metro Jaya. Kali ini Eggi dilaporkan lantaran diduga karena diduga menyebarkan kebencian dan menista agama Kristiani usai persidangan gugatan uji materi Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi.
Eggi dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (5/10) malam. Dalam laporannya, Johannes juga melampirkan bukti berupa rekaman video Eggi yang diduga telah menistakan agama.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan, bahwa ada laporan terhadap Eggi. Laporan tersebut juga telah diterima oleh pihak kepolisian.
“Untuk laporan di Polda Metro, berkaitan dengan kasus yang kemarin sempat viral ya, viral di media sosial. Kemudian juga ada ucapan dari Pak Eggi Sudjana,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jum’at (6/10).
Hingga saat ini, kata Argo, pihaknya masih mendalami laporan tersebut. Kedepannya, pihak kepolisian akan mengklarifikasi kebenaran video tersebut ke beberapa pihak.
“Masih dalam penyelidikan dan kita akan mengklarifikasi ke beberapa pihak ya, terkait kasus itu apakah benar atau tidak. Kita tunggu saja,” tuturnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Eggi diduga menyebut Perppu Ormas nomor 2 tahun 2017 mengancam toleransi di Indonesia. Karena menurutnya, tidak ada ajaran lain selain agama Islam yang sesuai dengan Pancasila, karena Pancasila mengakui Ketuhanan yang Maha Esa.
“Jadi ajaran-ajaran lain yang selain Islam bertentangan dengan sila pertama dari Pancasila, maka saya sudah ingatkan tadi konsekuensi hukum jika Perppu diterima, maka hukum berlaku, berkekuatan hukum tetap dan mengikat, maka konsekuensi hukumnya ajaran selain Islam harus dibubarkan,” ujar orang yang diduga Eggi dalam rekaman video tersebut.
Selain di Polda Metro Jaya, Eggi juga telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas perkara yang sama oleh Ketua DPN Perhimpuan Pemuda Hindu Indonesia, Sures Kumar.

“Ada video viral di media sosial, kemudian ada Pak Eggi memberikan statemen yang agak mengganggu kebhinekaan kita sebagai WNI,” ujar Sures di Jakarta.