Kasus Bayi Debora, Polisi Masih Analisa Hasil Audit Terhadap RS Mitra Kalideres

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Penyidik Polda Metro Jaya masih mendalami kasus kematian bayi Debora. Saat ini, penyidik telah menerima hasil audit kasus RS Mitra Keluarga Kalideres, yang dilakukan Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, audit tersebut terkait dengan sikap RS Mitra Keluarga Kalideres yang menolak ambil tindakan medis Debora. Hal ini diduga menjadi penyebab Debora akhirnya meninggal dunia.

“Hasil audit (manajemen dan tenaga medis) sekarang sedang kita dalami. Nanti kita akan melakukan pemeriksaan,” ujar Adi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/10).

Pihak kepolisian, lanjut Adi, akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang mengaudit RS Mitra. Hal tersebut agar polisi mengetahui ada atau tidaknya kesalahan yang dilakukan pihak RS Mitra.

“Berdasarkan itu semua nanti akan kita sandingkan dengan fakta peristiwa yang terjadi, apakah benar ada temuan kesalahan dalam hal penanganan atau kesalahan dalam kemanajemenan RS,” jelasnya.

Lebih jauh Adi mengaku belum berani memastikan, apa tindak lanjut kepolisian terhadap pihak RS Mitra. Pasalnya, pihak kepolisian masih menganalisa hasil audit tersebut.

“Pastinya hasil audit ketenagamedisan kan banyak pakai istilah kedokteran, penyidik juga harus bertanya apa saja istilah kedokteran tersebut. Tapi yang pasti yang melakukan (audit) dari pihak dinas kesehatan DKI dan IDI (Ikatan Dokter Indonesia),” kata Adi.

Seperti diketahui, seorang bayi berusia 4 bulan bernama Tiara Debora Simanjorang meninggal di IGD RS Mitra Keluarga Kalideres. Nyawa Debora tak tertolong karena telat mendapat perawatan, lantaran keluarga Debora terkendala masalah uang muka atau down payment (DP).