Nobel Perdamaian 2017 Diberikan Kepada Kelompok Anti Nuklir

Foto The Hindu
Foto The Hindu

Stocklom,Sayangi.com- Organisasi International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada hari Jumat (6/7).

“Organisasi tersebut berhak menerima penghargaan atas upayanya untuk menarik perhatian terhadap konsekuensi penggunaan senjata nuklir terhadap manusia.

Dan atas upaya terobosannya untuk mencapai perjanjian berbasis larangan senjata semacam itu,” ujar Norwegian Nobel Committe dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari France24.com, Sabtu(7/10/2017).

Komite Nobel Norwegia memperingatkan bahwa risiko konflik nuklir lebih besar daripada waktu yang lama. ICAN merupakan koalisi kelompok non-pemerintah (LSM) akar rumput yang anggotanya lebih dari 100 negara. Lembaga ICAN dimulai di Australia dan diluncurkan secara resmi di Wina Austria pada tahun 2007.

“Kami tinggal di dunia di mana risiko senjata nuklir yang digunakan lebih besar daripada yang telah terjadi dalam waktu yang lama,” kata Berit Reiss-Andersen, pemimpin Komite Nobel Norwegia.

“Beberapa negara sedang memodernisasi persenjataan nuklir mereka, dan ada bahaya nyata bahwa lebih banyak negara akan mencoba untuk mendapatkan senjata nuklir, seperti yang dicontohkan oleh Korea Utara,” tambahnya.

Pada tahun ini, Korea Utara telah meluncurkan serangkaian roket dan uji coba nuklir. Aksi tersebut membuat perang retorika dengan Presiden AS Donald Trump makin meruncing.

Trump yang merupakan pemimpin negara yang memiliki gudang persenjataan nuklir terbesar di dunia, mengancam akan meluluhlantakkan Korea Utara jika pihaknya dalam posisi ‘terpaksa membela’ sekutu-sekutunya.

Pada bulan Juli 2017, 122 negara mengadopsi sebuah Perjanjian PBB mengenai Larangan Senjata Nuklir, namun negara-negara yang memiliki senjata nuklir termasuk Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris dan Prancis tidak terlibat dalam pembicaraan tersebut.

“Saya pikir ini langkah bijaksana karena mengakui kesepakatan Iran sendiri bisa dilihat sebagai memberikan dukungan kepada negara Iran,” tambah Stenerson. Hadiah Nobel dinamai Alfred Nobel penemu dinamit Alfred Nobel. Hadiah ini telah diberikan sejak 1901 untuk prestasi dalam sains, sastra dan kedamaian sesuai dengan kehendaknya.

Peraih penghargaan tahun lalu dalam kategori perdamaian adalah Presiden Kolombia Juan Manuel Santos. Penghargaan itu didapatnya setelah pemerintahannya berupaya bernegosiasi dengan kelompok pemberontak FARC untuk mengakhiri konflik berkepanjangan.

Sumber:france24.com