Hadiah Nobel Sastra 2017 Dimenangkan Penulis Inggris Berdarah Jepang

Hadiah Nobel Sastra 2017 Dimenangkan Penulis Inggris Berdarah Jepang. Foto Blooberg
Hadiah Nobel Sastra 2017 Dimenangkan Penulis Inggris Berdarah Jepang. Foto Blooberg

Stockholm,Sayangi.com-Penulis Inggris berdarah Jepang, Kazuo Ishiguro (62) memenangkan hadiah Nobel untuk Sastra 2017 yang diumumkan oleh Akademi Swedia tepat pukul 13.00 waktu Stockholm, Kamis (5/10). Tak heran, penulis novel The Remains of the Day (1989) yang diadaptasi film Anthony Hopkins ini pernah membawanya memenangkan Man Booker.

Selama ini Ishiguro telah menulis delapan buku yang telah diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa, dan sekian besar diadaptasi film dan seri televisi. Ketika dihubungi oleh beberapa media dia mengaku belum dihubungi komite Nobel dan tidak yakin apakah itu tipuan atau bukan.

Ishiguro berharap hadiah Nobel tersebut akan menjadi kekuatan untuk selamanya. “Dunia berada dalam momen yang sangat tidak pasti dan saya berharap semua hadiah Nobel akan menjadi kekuatan untuk sesuatu yang positif di dunia seperti pada saat ini.

Saya akan terharu jika saya bisa menyumbang suasana positif pada saat yang tidak pasti saat ini,” ungkapnya. Ternyata, pilihan Swedish Academy tahun ini sudah diprediksi Clemens Poellinger, seorang kritikus sastra Swedia.

Dalam novel Ishiguro ditemukan “kekuatan emosional yang hebat”, penulis kelahiran Jepang telah “menemukan jurang di bawah perasaan ilusi kita tentang hubungan dengan dunia,” kata akademi tersebut.

Tema-tema dalam karyanya yang paling banyak adalah tentang kenangan, waktu, dan khayalan diri. Novel terakhir Kazuo Ishiguro berjudul The Buried Giant (2015) mengeksplorasi bagaimana kenangan terlupakan, dan fantasi terhadap kenyataan.

Novel dystopia karyanya Never Let Me Go (2005) juga berhasil diadaptasi ke dalam bentuk layar lebar dan drama seri Jepang. Bukan hanya menulis buku, Ishiguro juga menulis cerita pendek dan skenario.

Namanya bahkan tercatat menulis beberapa lirik, termasuk The Ice Hotel, I Wish I Could Go Travelling Again, Breakfast on the Morning Tram, Waiter Oh Waiter, dan The Changing Lights.

Kecintaannya pada menulis sudah dirasakan sejak lama, ia telah mengambil kelas khusus menulis kreatif saat menuntaskan pendidikan master di University of East Anglia,Inggris.

Swedish Academy selalu memberikan hadiah tahunan untuk prestasi di bidang fisika, kimia, kedokteran, kedamaian dan sastra didirikan atas wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit Swedia, yang meninggal pada tahun 1896.

Hadiah dalam ilmu ekonomi ditambahkan oleh bank sentral Swedia pada tahun 1968. Total Jumlah untuk masing-masing dari 2017 hadiah adalah 9 juta kronor ($ 1,1 juta), naik dari 8 juta kronor tahun lalu.

Sumber: Bloomberg News