Kivlan Zen: Ancaman Individualisme dan Komunisme Sama Berbahayanya

Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan Kiai Saadih Al Batawi usai acara tausiyah Hijriah dan Kebangsaan yang digelar kawasan Kebun Jeruk, Jakarta, pada Sabtu (7/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Mayjend (Purn) Kivlan Zen menghadiri acara tausiyah Hijriah dan Kebangsaan yang digelar kawasan Kebun Jeruk, Jakarta, pada Sabtu (7/10). Menurut Kivlan, kehadirannya pada acara tersebut adalah untuk menyampaikan pandangannya mengenai kondisi Islam dan kebangsaan saat ini.

Kivlan mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. Diantaranya adalah ancaman ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan ketahanan.

“Politik kita adalah musyawarah untuk mufakat, ekonomi yang gotong royong. Sosial kita saling tolong menolong, budaya kita adalah menjaga diri,” ujar Kivlan.

Indonesia, lanjut Kivlan, harus siap menghadapi ancaman yang ada saat ini. Menurutnya, ancaman yang sudah nyata ada di Indonesia adalah ancaman individualisme dan komunisme.

“Ideologi individualis, ideologi komunis, dua-duanya bahaya, tapi yang sangat bahaya adalah komunis,” katanya.

Lebih jauh Kivlan menekankan bahaya komunisme yang sudah ada di depan mata. Hal ini menurutnya dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang berbau komunisme.

“Mereka adakan simposium, orang-orang pengikutnya, mengadakan seminar, membuka simbol-simbol PKI. Mereka ada dan masih hidup,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kiai Saadih Al Batawi mengatakan, umat Islam menghargai setiap tindakan Polri dan TNI yang menjalankan tugasnya sesuai Undang-undang. Oleh karena itu, ia menyarankan seluruh umat Islam tidak perlu ikut campur mengenai tugas Polri dan TNI. Ia menyarankan umat Islam untuk fokus memperkuat akidahnya.

“Kita sebagai umat Islam harus fokus di akidah dan mental spiritual, dalam rangka cinta pada negara, negara yang sesuai Pancasila dan UUD,” tuturnya.