Melalui Telepon Erdogan dan Macron Bahas Irak Dan Suriah

Presiden Erdogan (Turki) dan Presiden Emmanuel Macron. Foto Hurriyet Daily News
Presiden Erdogan (Turki) dan Presiden Emmanuel Macron. Foto Hurriyet Daily News

Istanbul,Sayangi.cm- Presiden Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron mengadakan pembicaraan lewat Telpon pada hari Sabtu (7/10) . Pembicaraan kedua pemimpin negara tersebut guna membahas situasi saat ini di Irak dan Suriah.

Dikulik dari dailysabah (8/10) Erdoğan dan Macron bertukar pikiran mengenai perkembangan di kawasan ini, serta hubungan bilateral antara Turki dan Prancis.

Kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, yang mengutip sumber di kantor kepresidenan menyebutkan kedua pemimpin ini juga menekankan kepentingan untuk menjaga kesatuan wilayah Irak dan Suriah,

Sebelumnya pada hari itu, Erdoğan telah menegaskan bahwa Turki tidak akan membiarkan sebuah “operasi” melawan integritas teritorial tetangganya. Erdogan mengumumkan akan meluncurkan “operasi besar” di Idlib, Suriah, diluncurkan dengan Free Suriah Army (FSA) yang didukung Turki.

Erdogan menyebut operasi tersebut sebagai “langkah baru” untuk membangun keamanan di Idlib, dia berjanji bahwa Turki tidak akan membiarkan warga sipil jadi korban di sana.

Seruan tersebut terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di wilayah tersebut menyusul sebuah referendum yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) di Irak utara pada tanggal 25 September.

Referendum yang tidak sah tersebut melihat orang-orang Irak di daerah yang dikuasai KRG. Dan di beberapa wilayah yang diperselisihkan antara Irbil dan Baghdad.  Termasuk wialayh Kirkuk dan Mosul yang dihuni beberapa etnis, apakah harus menyatakan kemerdekaan atau tidak?.

Seiring dengan pemerintah pusat Irak, Turki, AS, Iran, dan PBB telah berbicara menentang jajak pendapat hari Senin tersebut. Kesemuanya menganggap bahwa referendum tersebut yang tidak sah.

Negara negara ini memperingatkan bahwa hal itu akan mengalihkan perhatian dari perang yang sedang berlangsung melawan Daesh yang mengguncang daerah tersebut. Sementara ini Turki dan Rusia juga menyiapkan rencana bersama untuk memetakan zona-zona “penurunan ketegangan” di Suriah.