120 Pejuang ISIS Dibombardir Serangan Udara Rusia

Foto Defence Talk
Foto Defence Talk

Moskow,Sayangi.com- Sedikitnya 120 pejuang negara Islam (ISIS) tewas dalam serangan udara yang dilakukan oleh pasukan Rusia dalam 24 jam terakhir, kata Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Sabtu (8/10).

Operasi terhadap militan ISIS dilakukan di daerah Al Mayadeen. Daerah ini salah satu benteng terakhir dari kelompok ISIS di kota Albu Kamal. Kota ini terletak di dekat perbatasan Suriah-Irak.

Sebanyak 60 milisi dari Tajikistan dan Irak tewas dalam serangan tersebut,” kata juru bicara kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim para Milisi diyakini telah datang ke Suriah dari Irak, Tunisia, Maroko, Libya dan beberapa bagian mayoritas Muslim serta bekas Uni Soviet.

Provinsi Deir Az Zor sebagian besar sudah dikuasai oleh pasukan pro-Bashar al-Assad pada bulan Agustus. ISIS tersapu bersih dari sebagian besar wilayah yang didudukinya, kecuali wilayah al-Mayadeen.

Jet-jet Rusia membombardir sebuah pos komando ISIS, melenyapkan sekitar 80 milisi di kota Mayadeen di provinsi Der al-Zour, yang merupakan salah satu kota tumpuan terakhir kelompok teroris itu di Suriah.

Rusia, yang memainkan peran pro-aktif dalam pembebasan Deir Az Zor dari penguasaan ISIS, dituduh oleh kelompok hak asasi manusia menyebabkan “kerusakan jaminan besar-besaran”.

Bagaimanapun, Moskow menyangkal menargetkan wilayah sipil. Rusia balik menyerang para kritikusnya sebagai bagian dari propaganda barat.

Tuduhan terbaru terhadap Rusia terjadi sehari sebelumnya ketika Kelompok Observasi Hak Asasi Manusia yang bermarkas di Inggris menuduh pasukan Rusia telah membunuh 14 warga sipil. Termasuk 3 korban anak-anak dalam serangan udara yang dilakukan di dekat sungai Efrat di wilayah Al Mayadeen.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia akan terus mendukung Assad sampai Suriah “benar-benar disterilkan”. Terlepas dari basis ISIS di wilayah Al-Mayadeen, Moskow juga menargetkan pemberontak di provinsi Idlib di barat laut. Didaerah ini juga bercokol militan yang terkait dengan Front al-Qaeda Jabhat-al-Nusra.

Sebagai tambahan, Konashenkov juta membenarkan bahwa tiga komandan ISIS, termasuk pemimpin senior Abu Omar al-Shishani, tewas dalam serangan Rusia di Suriah.

Sumber Xinhua dan India.com