Polisi Denmark Temukan Potongan Tubuh Jurnalis Swedia

Kim Wall jurnalis Swedia yang dibunuh di Denmark. Foto New York Post
Kim Wall jurnalis Swedia yang dibunuh di Denmark. Foto New York Post

Kopenhagen,Sayangi.com– Polisi Selam Denmark berhasil temukan kepala, potongan kaki, dan pakaian yang hilang milik Kim Wall  jurnalis asal Swedia.

Jurnalis Swedia Kim Wall  diperkirakan dibunuh setelah mewancarai Peter Madsen seniman Denmark pembuat kapal Selam pada 10 Agustus 2017.

Sehari setelah Wall mewancarainya,Madsen menenggelamkan kapal selamnya di dekat Mercusuar Drogden di Teluk Køge pada 11 Agustus. Namun Madsen berhasil diselamatkan sesaat sebelum ia tenggelam di bawah air.

Tubuh tanpa pakaian tanpa kepala, lengan dan kaki dari Wall kemudian ditemukan di perairan selatan Kopenhagen. Polisi menemukan 15 luka tusukan di sekujur tubuh Wall. Polisi  belum dapat menentukan penyebab pasti kematian.

Foto terakhir Kim Wall saat peliputan Kapal Selam
Foto terakhir Kim Wall saat peliputan Kapal Selam Peter Madsen,Foto You Tube

Madsen, yang berada dalam tahanan praperadilan, sudah didakwa atas pembunuhan Wall. Madsen pertama kali mengatakan ke polisi bahwa Wall telah diturunkan dengan selamat di dekat Kopenhagen usai wawancara.

Setelah itu, diapun mengubah keterangannya bahwa Wall tewas dalam kecelakaan di kapal selam. Namun saat ia bersaksi di pengadilan pada September, Madsen mengklaim Kim tewas akibat terkena salah satu penutup pintu kapal selam.

Jaksa Jakob Buch-Jepsen, pada hari Rabu mengungkapkan di pengadilan bahwa polisi telah menemukan 15 luka tusuk di batang tubuh Wall. 14 tusukan di antaranya ditemukan di sekitar alat kelaminnya.

Polisi juga menemukan rekaman video tentang pembunuhan wanita di hard drive komputer Peter Madsen. Seperti dikutip Sky News, Jumat 6 Oktober 2017, Kepolisian Denmark tidak menemukan bekas fraktur di tengkorak Wall.

Kepada awak media hari Sabtu (7/10), Jens Møller Jensen mengatakan kbahwa kepala tersebut Wall menunjukkan tanda-tanda adanya luka serius. Hal tersebut bertentangan dengan pengakuan  Madsen bulan lalu bahwa Wall meninggal setelah menabrak tembok kemudian tertimpa benda berat yang jatuh ke kepalanya.

“Tidak ada tanda-tanda patah tulang pada tengkorak, atau tanda-tanda pukulan dari instrumen tumpul,” katanya. “Ada beberapa luka ringan yang ditemukan di tubuh jenasah Wall,ucapnya.

Kanan Peter Madsen terdakwa pembunuh Kim Wall. Foto Getty
Kanan Peter Madsen terdakwa pembunuh Kim Wall. Foto Getty

Penemuan itu dibuat sekitar 1km dari tempat anjing polisi yang dipinjam dari Swedia telah memberi isyarat akan keberadaan jenazah manusia. Penyelidik polisi Kopenhagen Jens Moeller Jensen juga mengatakan bahwa bagian-bagian tubuh Wall dan sebilah pisau ditemukan di sebuah kantung plastik yang diikat benda logam. Diikatnya tas dengan alat logam nampaknya dimaksudkan untuk menenggelamkan potongan tubuh Wall.

Polisi penyelam menemukan sebuah tas berisi pakaian Wall di perairan Avedøre Holme. Tempat ini merupakan  kawasan industri di selatan Kopenhagen. Tak lama kemudian, penyelam menemukan satu kaki, satu jam kemudian kaki lain.

Akhirnya, mereka menemukan kepala di dekat tembok, yang telah diletakkan di dalam tas yang diikat dengan potongan logam berat juga.

Kepala Kepolisian Denmark menginformasikan bahwa mutilasi tubuh sebagai Kim Wall pada Jumat malam berdasarkan analisis gigi forensik. “Kami senang kepala dan kakinya sekarang ditemukan. Hal tersebuta akan membantu penyelidikan, dan dari perspektif etis,” kata Møller Jensen.

Saya harap kita juga bisa menemukan tangannya sehingga keluarga Kim Wall bisa membawa pulang seluruh tubuh untuk dikuburkan,imbuhnya.

Keluarga Wall diberitahu tentang temuan tersebut pada hari Jumat malam. Sebuah situs web, untuk mengenang semasa hidup  Wall, telah dibentuk.

Kim Wall, merupakan  jurnalis lepas. Ia telah meliput ke Tiongkok, Uganda, dan Haiti untuk berbagai media mengenai beragam topik, termasuk feminisme dan voodoo. Semasa hidupnya Kim juga menjadi kontributor berbagai majalah Internasional  termasuk Guardian, dan New York Times.

Mengomentari kematiannya, pihak keluarga mengatakan bahwa pekerjaan sebagai jurnalis telah membawa Wall ke banyak tempat berbahaya. Tapi mereka “tidak menduga” kematian Wall justru terjadi “hanya beberapa kilometer dari rumah masa kecilnya.”

Terkait potongan tubuh Wall yang telah ditemukan,Pengacara Madsen, Betina Hald Engmark tidak bersedia memberikan komentar mengenai hal diatas. Pengacara Madsen ini hanya mengatakan kepada surat kabar Ekstra Bladet pada hari Sabtu bahwa dia telah menginformasikan kliennya tentang penemuan tersebut.

“Saya sudah diberitahu tentang penemuan ini, tapi saya belum menerima materi atau dokumen apa pun,” katanya kepada surat kabar tersebut. “Kasus dan bukti apapun harus diadili di pengadilan saat waktunya tiba.”

Peter Madsen dijadwalkan hadir di pengadilan lagi pada 31 Oktober.

Sumber: telegraph.co.uk