Istana Raja Saudi di Jeddah Diserang Pria Bersenjata, Tiga Tewas Termasuk Pelaku

Petugas keamanan Arab Saudi berjaga di sekitar Istana Kerajaan Al-Salman di Jeddah/Foto: ArabNews

Jeddah, Sayangi.Com– Pria berusia 28 tahun menabrakkan kendaraannya ke gerbang istana Al-Salam di Kota Jeddah, kemudian melepaskan tembakan ke petugas keamanan pada Sabtu (7/10) kemarin.

Dikutip dari aljazeera.com, Minggu (8/10), sedikitnya dua petugas keamanan tewas dan tiga lainnya cedera akibat serang tersebut.

Pelaku penyerangan diidentifikasi bernama Mansour bin Hassan bin Ali al-Fahid al-Amiri, warga negara Arab Saudi. Ia membawa senapan Kalashnikov dan 3 bom molotov. Aksinya berhasil dihentikan pengawal istana yang menembaknya hingga tewas.

Kantor berita Saudi, SPA, melaporkan bahwa al-Amiri turun dari kendaraannya di sebuah pos pemeriksaan di luar gerbang barat menuju Istana Al-Salam dan mulai menembak.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi, Mansour al-Turki, mengkonfirmasi kepada  Al Arabiya News, bahwa  pos pengawal eksternal tersebut berada di jalan umum. Investigasi terhadap motif dan latar belakang pelaku penyerangan saat ini sedang berlangsung, katanya.

Kementerian dalam negeri Saudi juga telah mengidentifikasi dua tentara yang tewas adalah Sersan Hammad bin Shallah al-Mutairi dan  Prajurit Pertama Abdullah bin Faisal al-Subaie.

Sedangkan tiga orang yang terluka adalah Kopral Walid bin Ali Shami, Letnan pertama Ahmad Saleh Al-Qarni, dan Abdullah Hindi Al-Subaie kini dirawat di rumah sakit.

Istana Al-Salam di Kota Jeddah merupakan tempat keluarga kerajaan Arab Saudi melakukan bisnis resmi selama bulan-bulan musim panas, terletak di sebelah Jalan Raja Abdulaziz dan Jalan Andalus di tepi pantai kota Laut Merah.

Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz saat ini sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia.

Peringatan Kedubes AS

Sesaat setelah serangan ini terjadi, Kedutaan Besar AS sempat mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk bersikap waspada.

“Karena kemungkinan aktivitas polisi yang sedang berlangsung, warga Amerika disarankan untuk berhati-hati saat bepergian melalui daerah tersebut,” kata peringatan kedutaan tersebut.

Kelompok seperti al-Qaeda dan ISIS belum lama ini telah melakukan sejumlah serangan di Arab Saudi.

Penyerang telah menargetkan masjid Syiah di provinsi timur negara itu tempat sebagian besar minoritas Syiah berbasis, dan juga pasukan keamanan.

Pekan ini, polisi Saudi menyerbu tempat persembunyian sel “teror” yang terkait dengan ISIS, menewaskan dua orang dan menahan lima orang.

Pada bulan Juli tahun ini, pihak berwenang Saudi mengatakan bahwa mereka menggagalkan serangan terhadap Masjidil Haram di kota suci umat Islam Mekkah, yang mereka kaitkan dengan ISIL atau ISIS.