Banyak Hakim Terjerat Kasus Suap, Ketua MA Diminta Mundur Sukarela

Hakim Agung Gayus Lumbuun

Jakarta, Sayangi.Com– Hakim Agung Gayus Lumbuun menyesalkan adanya fakta penyimpangan masif di lingkungan peradilan yang dilakukan aparatur kepaniteraan maupun hakim. Banyak aparatur pengadilan dari panitera hingga hakim di tingkat PN dan PT terjerat kasus dugaan suap.

Kasus terakhir adalah Ketua Pengadilan Tinggi Manado yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (6/10) malam.

Melalui keterangan tertulis, Sabtu (7/10), Gayus mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran peradilan di bawah Mahkamah Agung, mulai dari pengadilan negeri, pengadilan tinggi, hingga Mahkamah Agung (MA).

Gayus khawatir kasus semacam itu akan sering terjadi jika posisi pimpinan masih diduduki oleh orang-orang yang belum dievaluasi kembali.

“Penyebabnya adalah mereka sudah anomali, yaitu tidak takut lagi, mengesampingkan, mengabaikan aturan hukum dan perundang-undangan, serta moral dan integritas yang sepatutnya mereka hormati dan taati,” kata Gayus.

Ketua MA Diminta MundurĀ 

Gayus menyebutkan Maklumat Ketua MA RI Nomor 01/Maklumat/IX/2017 tanggal 11 September 2017 yang menegaskan bahwa tidak ada lagi hakim dan aparatur yang dipimpinnya melakukan perbuatan yang merendahkan wibawa, kehormatan dan wibawa MA dan peradilan di bawahnya.

Berdasarkan maklumat itu, katanya, MA akan memberhentikan pimpinan Mahkamah Agung atau pimpinan badan peradilan di bawahnya secara berjenjang dari jabatannya selaku atasan langsung apabila ditemukan bukti bahwa pengawasan dan pembinaan tersebut tidak secara berkala dan berkesinambungan.

Atas dasar itu, Gayus menyatakan sudah saatnya Ketua MA dengan sukarela dan terhormat mengundurkan diri untuk tetap menjaga kehormatan dan kewibawaan institusi MA dan jajaran peradilan di bawahnya sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat pada hukum dan keadilan melalui pengadilan.

Menurut dia, untuk menyikapi persoalan ini, lembaga normatif tertinggi dalam bentuk musyawarah di Mahkamah Agung adalah pleno lengkap Hakim Agung.

Seperti diketahui, KPK pada Jumat malam telah mengamankan Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara bersama anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Aditya Anugerah Moha.