Berulah Rasis Ratu Kecantikan Myanmar Dilucuti Mahkotanya

Foto BDNews24
Foto BDNews24

Naypyidaw,Sayangi.com- Ratu kecantikan Myanmar telah dilucuti dari gelarnya setelah menuduh Muslim Rohingya sebagai ‘pertanda teror dan kekerasan’ dalam konflik yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine.

Awal pekan lalu, gelar Miss Grand Myanmar 2017 yang disandang Shwe Eain Si secara resmi dicopot. Beredar dugaan Shwe Eain Si kehilangan gelarnya akibat mengunggah video yang berisi tudingan terhadap militan Muslim Rohingya sebagai pihak yang memicu terjadinya kekerasan di bagian barat Myanmar tersebut.

Shwe Eain Si, 19 tahun, merupakan Miss Grand Myanmar, telah sengaja memasang sebuah video di Facebook minggu lalu. Video tersebut¬† menggambarkan Arakan Rohingya Salvation Army ia yang beri label sebuah ‘gerakan gaya khilafah’.

Dalam video yang memuat berbagai gambar kekerasan tersebut, Shwe Eain Si menyampaikan pandangan yang dipercayai mayoritas publik Myanmar. Militan Rohingya dianggap telah melakukan “kampanye media” untuk menggiring dunia agar berpikir bahwa “mereka mengalami penganiayaan”.

Shwe Eain Si, Miss Universe Myanmar yang dicopot gelarnya akibat tulisan yang rasis.Foto Area
Shwe Eain Si, Miss Universe Myanmar yang dicopot gelarnya akibat tulisan yang rasis.Foto Area

Iapun menuliskan bahwa dia menggunakan ketenarannya untuk ‘mengungkapkan kebenaran’ bangsanya. Ratu kecantikan menuduh menggambarkan Muslim Rohingya di balik serangan baru-baru ini terhadap pasukan pemerintah Myanmar sebagai ‘gerakan gaya khilafah’.

Miss Eain Si juga mengatakan bahwa ARSA, yang dicap organisasi teroris oleh pemerintah Myanmar, ‘bertindak seolah-olah mereka adalah orang-orang yang tertindas’ dan mengatakan bahwa serangan baru-baru ini ‘tidak proporsional’.

Serta merta Rabu (04/10), penyelenggara “Miss Universe” Myanmar menarik gelar tersebut. Penyelenggara tidak menjelaskan secara ini alasan mengapa mereka menarik gelar Shwe Eain Si.

Penyelenggara kompetisi hanya mengatakan Ratu kecantikan yang berusia 19 tahun, ‘tidak bertingkah laku seperti teladan’ dan ‘melanggar kontrak’ .Dalam laman face booknya, penyelenggara hanya menuliskan “Keputusan organisasi Miss Universe Myanmar terkait Shwe Eain Si tidak terkait sama sekali dengan video Rakhine,”.

Lebih lanjut dituliskan: “Meski demikian file video yang diunggah saat ini adalah baik, bahkan akan lebih baik lagi jika direkam secara lebih lengkap.”

Menanggapai pencopotannya Miss Eain Si berbicara dalam bahasa Inggris, mengklaim bahwa dia telah kehilangan namanya karena sebuah video yang dia tulis di Facebook yang mengkritik Muslim Rohingya.

Dia juga membantah klaim penyelenggara kompetisi tersebut dan mengatakan ‘tidak satu pun tuduhan mereka cukup serius untuk menurunkannya’ di sebuah pos Facebooknya.

Lebih dari setengah juta Rohingya telah melarikan diri dari tindakan militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine ke Bangladesh sejak akhir Agustus lalu.

PBB mengkritik tindakan kekerasaan tentara Myanmar terhadap kelompok militan Rohingya. Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan tindakan militer myanmar sebagai upaya sistematis untuk melakukan pembersihan etnis di perbatasan Myanmar.

Sumber: dailymail.co.uk