Ratusan Ribu Warga Barcelona Protes Rencana Kemerdekaan Catalonia dari Spanyol

Ratusan ribu warga Barcelona turun ke jalan-jalan untuk mendukung Catalonia tetap menjadi bagian dari Spanyol/Getty Images

Barcelona, Sayangi.Com– Sejumlah politikus dan pesohor Spanyol berpidato di hadapan ratusan ribu warga dalam demonstrasi di Barcelona, pada Sabtu (7/10) dan Minggu kemarin untuk menentang rencana pemisahan atau kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

Dikutip dari BBCIndonesia, Senin (9/10), diantara mereka yang berbicara di tengah massa pro-persatuan Spanyol itu adalah mantan menteri asal wilayah Catalonia, Josep Borrell. Ia mengatakan bahwa warga Catalonia perlu bersikap rasional.

Penulis novel Mario Vargas Llosa yang juga tampil di depan massa, mengatakan tak ada satupun gerakan kemerdekaan yang akan menghancurkan kehidupan demokrasi di Spanyol.

Demonstrasi di Barcelona hari Minggu (08/10) ini digelar menyusul serangkaian rapat umum yang diadakan oleh gerakan pendukung kemerdekaan pasca referendum Minggu lalu.

Massa propersatuan diperkirakan sama besarnya dengan unjuk rasa mendukung pemisahan Catalonia dari Spanyol/Getty Images

Hasil akhir referendum di wilayah Spanyol timur laut itu menunjukkan 90 persen dari total pemilih 2,3 juta menginginkan Catalonia merdeka dari Spanyol. Jumlah pemilih yang menggunakan hak mereka tercatat 43 persen.

Referendum diwarnai dengan sejumlah klaim penyimpangan, dan banyak kotak suara disita oleh kepolisian Spanyol.

Peringatan perdana menteri

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy menegaskan deklarasi kemerdekaan Catalonia tidak akan mempunyai arti.

Dalam wawancara dengan media setempat, El País, Rajoy mengatakan, “Pemerintah akan memastikan bahwa deklarasi kemerdekaan tidak akan mengarah ke mana-mana.”

Ia juga tidak menampik kemungkinan pembekuan otonomi Catalonia ketika ditanya apakah ia siap mencabut Pasal 155 Konstitusi Spanyol yang memungkinkan parlemen turun tangan.

“Saya tidak mengesampingkan apapun selama sesuai dengan koridor hukum,” katanya.

Parlemen Catalonia dijadwalkan akan membahas hasil referendum pada tanggal 10 Oktober.