Kerjasama Dengan MUI, Polres Bogor Gelar Lomba Dakwah Da’i Kamtibmas

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch. Dicky bersama Ketua MUI Bogor saat acara buka puasa bersama, di Mapolres Bogor, bulan Juni lalu

Bogor, Sayangi.Com– Dalam rangka sosialisasi pesan kamtibmas melalui jalur dakwah, Polres Bogor bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mengadakan “Lomba Dakwah Da’i Kamtibmas” bagi anggota Polri dan warga Bogor.

Peserta lomba dari anggota Polri tidak dibatasi usia, sedangkan untuk kategori umum pria dan wanita, usia dibatasi antara 17 tahun sampai 35 tahun.

Dalam keterangan kepada Sayangi.Com, Senin (9/10) pagi, Kapolres Bogor AKBP Andi Moch. Dicky menjelaskan bahwa peserta lomba dakwah dapat memilih dua tema yang  ditentukan. Tema pertama, ajaran Islam dan upaya menjaga toleransi atau kerukunan beragama. Kedua, melawan fitnah dan hoax berdasarkan ajaran Islam.

Peserta lomba harus mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran ke Kantor Polsek di setiap kecamatan di Kabupaten Bogor selambat-lambatnya 31 Oktober 2017. Calon peserta diminta mengirim rekaman dakwah dalam CD yang akan diuji oleh tim MUI Kabupaten Bogor. Selanjutnya, peserta yang lolos seleksi awal akan mengikuti babak pidato secara langsung dengan durasi 10 menit untuk babak penyisihan dan 15 menit saat babak final.

Karena keterbatasan tempat dan waktu, jumlah peserta dibatasi maksimal 200 orang.

Andi Moch. Dicky berharap, lomba dakwah ini dapat mendukung upaya menciptakan kamtibmas yang semakin kondusif di Kabupaten Bogor.

“Kalau ada peserta 150 saja, berarti sudah ada da’i yang menyiapkan materi dakwah dengan pesan Kamtibmas,” kata Andi.

Untuk juara 1 kategori umum akan diberi hadiah umroh, sedangkan untuk juara 2 dan 3 akan diberi hadiah sepeda motor. Untuk kategori anggota Polri, juara 1 akan diberi hadiah sepeda motor sedangkan juara 2 dan 3 akan diberi hadiah uang tabungan.

Sebagai informasi, Polres Bogor juga telah menerbitkan buku panduan bahaya terorisme dan radikalisme agama yang dibagikan kepada ulama dan tokoh masyarakat di wilayah Bogor. Selain itu, pada bulan Juni lalu, Polres Bogor juga menggelar buka puasa bersama dengan MUI dan 200 lebih ulama se Kabupaten Bogor sambil berdiskusi tentang bahaya terorisme dan radikalisme agama. Dalam acara itu juga dihadirkan dua orang mantan narapidana teroris binaan Densus 88, yang memberikan testimoni tentang bahaya radikalisme dan kejahatan terorisme.