Senator Republik Tuding Trump Bawa AS ke Perang Dunia Ketiga

Senator dari Partai Republik Bob Corker/Foto: facebook

Washington, Sayangi.Com– Senator Partai Republik dari negara bagian Tennessee, Bob Corker, yang pernah menjadi sahabat Donald Trump sewaktu kampanye presiden tahun lalu, melontarkan pernyataan bahwa Presiden Donald Trump berusaha membawa AS ke jalan Perang Dunia Ketiga.

Pernyataan yang merupakan lanjutan perang kata-kata antara kedua politisi top Washington itu disampaikan dalam wawancara dengan New York Times, Minggu (8/10).

Dalam wawancara selama 25 menit dengan The Times, ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS itu mengaku khawatir atas prilaku Trump sebagai presiden yang bertingkah polah seperti pengasuh acara reality-show “The Apprentice” yang memang pernah diasuh Trump sebelum menjadi presiden AS.

“Dia membuat saya khawatir. Dia sudah pasti membuat prihatin siapa pun yang peduli bangsa kita,” kata sang senator, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya Trump menuding mantan sekutu politiknya itu sebagai biang keladi kesepakatan nuklir Iran.

Corker, yang bulan lalu mengumumkan akan pensiun, tidak sependapat dengan pernyataan Trump bahwa komentar-komentar provokatifnya menyangkut Korea Utara akan memperkuat diplomasi yang sedang dilakukan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson.

“Saya tahu dia terluka, dalam beberapa hal. Dia melukai kita karena luka itu berkaitan dengan negosiasi yang tengah berjalan yang dia beberkan di Twitter,” kata Corker.

Corker pernah menjadi penasihat keamanan Trump sewaktu kampanye Pemilihan Presiden 2016, bahkan pernah masuk calon wakil presiden dan calon menteri luar negeri Trump.

Tapi hubungan kedua orang ini memburuk di mana baru-baru ini Corker mengkritik Trump atas caranya menanggapi demonstrasi kelompok rasis di Charlottesville, Virginia, pada Agustus lalu.

Trump membalas dengan menulis di twitter: “Senator Bob Corker mengemis-ngemis kepada saya untuk menyokong dia bagi keterpilihannya dia kembali di Tennessee. Saya bilang “TIDAK” dan dia mundur (katanya dia tak bisa menang tanpa dukungan saya).”