Senjata yang Digunakan Mengancam Petugas Parkir Gandaria City Punya Surat Resmi

Rekaman cctv memperlihatkan kejadian di area parkir Gandaria City

Jakarta, Sayangi.com – Seorang petugas parkir Mall Gandaria City bernama Zuansyah dianiaya dan sempat diancam dengan senjata api, pada Jumat (6/10) lalu. Kejadian tersebut bermula saat Zuansyah meminta biaya parkir terhadap seorang pengunjung Mall.

Pengemudi mobil berplat dinas TNI itu tidak terima saat dimintai biaya parkir sebesar Rp20.000. Ia bersama seorang temannya akhirnya melepaskan satu tembakan ke udara, dan lantas menganiaya korban.

Tak perlu waktu lama, akhirnya polisi berhasil menangkap seorang tersangka penganiaya Zuansyah. Pria bernama Anwari itu diketahui berprofesi sebagai seorang dokter.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat ini tersangka telah ditahan di Mapolsek Kebayoran Lama. Dalam kasus itu, kata Argo, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi.

“Proses sudah berjalan, ada beberapa saksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, dan juga visum sudah kita mintakan juga,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/10).

Argo menuturkan, pihaknya masih mendalami asal senjata yang digunakan tersangka untuk mengancam korban. Apalagi, senjata tersebut dilengkapi dengan surat-surat yang resmi.

“Senjata masih kita dalami, kan ada beberapa surat. Surat senjata semuanya ada,” tegasnya.

Menurut Argo, banyak syarat yang dibutuhkan untuk memiliki senjata api secara resmi. Oleh karena itu, pihaknya akan memeriksa surat-surat mengenai senjata tersebut.

“Ada peraturan Kapolrinya (untuk memiliki senjata), ada sehat jasmani, sehat rohani, memenuhi administrasi, nanti ikut klub dan latihan. Nanti kita akan dalami itu surat-suratnya,” kata Argo.

Untuk tersangka sendiri diancam Pasal 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan, serta Pasal 335 KUHP tentang perlakuan melawan hukum memakai ancaman kekerasan.