Meryl Streep Serta Judi Dench Sebut Produser Utama Hollywood Lakukan Pelecehan

Produser Harvey Weinstein yang dituduh lakukan pelecehan sexual. Foto The Hollywood Reporter
Produser Harvey Weinstein yang dituduh lakukan pelecehan sexual. Foto The Hollywood Reporter

Los Angeles,Sayangi.com– Meryl Streep dan Judi Dench, dua legenda aktris Hollywood mengecam produser film Harvey Weinstein. Kedua artis ini menumpahkan kemarahannya pada hari Senin (9/10) dengan mengatakan bahwa mereka tidak menyadari adanya dugaan pelecehan seksual wanita selama beberapa dekade.

Dikutip dari nytimes (10/10) Weinstein sendiri sudah dipecat dari studio film miliknya sendiri kemarin. Dewan direksi Weinstein Company memecat dia berdasarkan “informasi terbaru mengenai kelakukan buruk”, sedangkan Paramount Network segera memecat dia dari jabatan produser eksekutif untuk serial dram “Waco” dan “Yellowstone.”

Weinstein dipecat setelah tiga hari dari laporan New York Times mengenai ulah produser peraih Oscar dan orang yang berada di balik film-film besar seperti “The King’s Speech” dan “The Artist”. Weinstein dikenal sering melakukan pelecehan terhadap aktris-aktris muda yang ingin masuk industri film.

Beberapa selebritis, termasuk aktris Rose McGowan dan Ashley Judd, menuduh Weinstein yang kini berusia 65 tahun itu selalu berhasil mengangkat karir aktris muda dengan ikatan seks, harus memijat dia dan dia telanjang bulat didepannya.

Streep yang pernah menyebut Weinstein “Dewa: saat menerima anugerah Oscar 2012, mengaku ngeri telah mengetahui hasil reportase investigatif New York Times mengenai prilaku Weinstein. “Saya tak percaya semua jurnalis investigatif selama bertahun-tahun namun kabar telah ditunggu untuk soal soal ini,” kata Streep.

“Tingkah lakunya tidak bisa dimaafkan, tapi penyalahgunaan wewenang itu biasa,” kata Streep sebuah pernyataan. Dench Inggris, yang berhasil menyabet Oscar aktris pendukung pada tahun 1999 untuk film “Shakespeare in Love” yang diproduksi Weinstein.

Dalam sebuah pernyataan yang Inggris  mengatakan bahwa dia “sama sekali tidak menyadari pelanggaran ini. Tentu saja itu mengerikan, ungkapnya.

Bintang-bintang seperti Streep dan Dench, yang filmnya telah diperjuangkan Weinstein, mendapat tekanan untuk berbicara setelah penyelidikan New York Times minggu lalu. Investigasi yang dilakukan New York Time berisi klaim terperinci oleh beberapa wanita tentang kontak fisik yang tidak diinginkan oleh Weinstein selama tiga dekade.

Weinstein, 65, awalnya meminta maaf tapi kemudian mengancam akan menuntut atas tuduhan yang ditemukan oleh surat kabar tersebut. Dia belum dituduh melakukan kejahatan apapun namun sudah dipecat pada hari Minggu dari pekerjaannya.

Dalam sebuah pernyataan kepada Huffington Post, Streep mengatakan bahwa dia tidak mengetahui klaim bahwa Weinstein mengenakan pakaian di depan aktris dan asisten dan meminta wanita muda untuk memberinya pijatan.

“Berita yang memalukan tentang Harvey Weinstein telah mengejutkan orang-orang dari kita yang pekerjaannya dia jalani,” kata Streep. Produser dan sutradara Kevin Smith mengatakan pada hari Senin bahwa dia menyesali mengambil uang dari perusahaan produksi Weinstein.

“Dia membiayai 14 tahun pertama karir saya – dan sekarang saya tahu saat saya mendapatkan keuntungan, ada yang sakit hati. Itu membuat saya merasa malu,” ungkapnya. Smith, di ciutan Twitternya. Smith sendiri dikenal dengan komedi “Jay and Silent Bob Strike Back” dan “Clerks ,

Aktris Ashley Judd dan Rose McGowan mengatakan bahwa Weinstein melakukan pelecehan seksual terhadap mereka. Dan sutradara Judd Apatow dan produser Megan Ellison termasuk di antara mereka yang telah berbicara untuk mendukung mereka.

Weinstein adalah media industri hiburan atau media A.S. yang terbaru untuk menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Di Fox News, almarhum Chief Executive Officer Roger Ailes dipaksa keluar pada tahun 2016 dan pendiri Bill O’Reilly mengundurkan diri pada bulan April setelah klaim serupa.

Hal tersebut juga dialami oleh komedian Bill Cosby. Lebih dari 50 wanita telah menuding komedian tersebut melakukan kekerasan seksual. Bill Cosby menghadapi pemeriksaan ulang pada bulan April lalu atas satu kasus pidana.