Polisi Berhasil Amankan Satu Pelaku Pembunuh Seorang Nenek di Bekasi

Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang wanita Lansia bernama Maria Tanamal (75). Warga Harapan Indah, Kabupaten Bekasi ini ditemukan tewas pada Selasa (3/10) lalu dengan kondisi tangan terikat dan wajahnya ditindih bantal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial R (18). Menurut Argo, tersangka diamankan di wilayah Ngawi, Jawa Timur.

“Dari Bekasi kita runut ke Ngawi, diketahui beberapa barang milik korban juga hilang setelah kejadian. Barang tersebut diantaranya ada dua unit ponsel dan sebuah mobil Avanza berwarna silver,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/10).

Dari pengakuannya, kata Argo, pelaku sakit hati dengan sikap korban yang kerap memarahinya, ketika pelaku bekerja di rumah korban. Pasalnya sebelum insiden tersebut, pelaku bekerja di rumah korban sebagai pekerja bangunan.

“Pada pertengahan September tersangka bekerja sebagai kuli bangunan di rumah korban, untuk merenovasi rumahnya. Dalam proses pengerjaannya, tersangka selalu dimarahi korban dengan alasan tidak bisa menjaga kebersihan,” jelasnya.

Niat jahat pelaku terjadi saat tahu korban tinggal sendiri di rumah tersebut. Apalagi, lanjut Argo, setelah kekasih pelaku menelponnya dan mengatakan neneknya butuh biaya karena sedang sakit keras.

“Saat korban ke dalam rumah, lalu dari belakang tersangka mulai mencekik korban hingga pingsan. Lalu pelaku mengikat tangan korban dan mengambil lakban menutup mulut hingga korban kehabisan nafas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, anak korban bernama Nicky Tanamal mengatakan, suasana rumah Ibunya memang cenderung sepi. Hal ini karena memang Ibundanya hanya tinggal seorang diri selama bertahun-tahun di rumah tersebut.

“Kalau dikasih pembantu, Ibu merasa terikat dan nggak bebas. Ibu juga nggak mau kalau disuruh tinggal sama salah satu dari empat anaknya, dengan alasan yang sama juga,” terangnya.

Untuk pelaku sendiri akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dan atau pasal 365 KUHP tentang pembunuhan atau pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara.