Difitnah Gunakan APBN, Ini Jawaban Panitia Jambore Kebangsaan dan Wirausaha

Jakarta, Sayangi.com – Sekretaris Panitia Jambore Kebangsaan dan Wirausaha Arif Susanto mengatakan, acara tersebut merupakan bukti nyata mengoptimasi potensi generasi muda dalam membangun kemandirian juga memajukan ekonomi bangsa. Menurut Arif, jambore tersebut merupakan, kolaborasi terbesar yang dilakukan oleh pemuda, karena melibatkan 15 organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan lintas Agama dan Budaya.

“Mungkin ini kolaborasi terbesar dari gerakan Mahasiswa dan Pemuda yang pernah ada dalam sejarah Republik ini. Kegiatan yang bukan bertujuan politik, namun lebih kepada upaya membangun gelombang Wirausahawan muda karena persaingan dan pertarungan ekonomi dunia digerakkan oleh pemuda-pemuda yang kreatif dan bervisi masa depan,” ujar Arif dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/10).

Perjuangan menuju pelaksanaan jambore, kata Arif, tidak selalu mulus. Banyak yang menuduh acara jambore tersebut guna kepentingan suatu pihak, hingga menuduh acara jambore tersebut menggunakan dana APBN.

“Panitia hingga kini terus berjuang mencari Sponsorship secara profesional, selain juga mencari donatur dari jaringan dan relasi dari 15 organisasi yang ada, hingga kini tidak ada dana APBN yang digunakan Panitia. Seluruh anggaran terkonsentrasi pada penyediaan fasilitas peserta seperti tenda, konsumsi, MCK, instalasi listrik/penerangan, sound system, agar 5.000 peserta Jambore Kebangsaan dan Wirausaha dapat terfasilitasi secara optimal,” paparnya.

Arif juga menuturkan, pemuda dan mahasiswa harus dapat menjawab segala tantangan persoalan bangsa. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemuda dan mahasiswa harus berkontribusi untuk memajukan ekonomi Indonesia.

“Maka tugas generasi kita adalah mewujudkan kejayaan Indonesia. Salah satu prasyaratnya adalah kemandirian, kemajuan, dan daya kompetitif ekonomi Indonesia. Wirausaha ini kita yakinkan akan tumbuh jiwa pengusaha baru yang tertanam pada generasi mendatang,” tegasnya.

Lebih jauh Arif juga menegaskan, pemuda tidak akan luntur idealismenya hanya karena uang. Hal itu sekaligus menjawab fitnah yang selama ini dialamatkan kepada panitia jambore ini.

“Jambore ini ada pesan persatuan, persaudaraan dan lompatan gerakan agar sejarah mencatat gelombang wirausaha dan kebangkitan ekonomi yang digelorakan. Jambore ini akan membuahkan ekonomi Indonesia yang maju, berkeadilan, berdaya saing dan menghantarkan Indonesia pada era kejayaan,” jelasnya.

Arif juga mengaku, pihaknya tengah menimbang pelaku fitnah untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib. Pasalnya, apa yang dilakukan pihak yang memfitnah itu telah melanggar beberapa pasal dalam KUHP.

“Kami panitia sedang menimbang untuk melaporkan para pembuat tuduhan kepada pihak yang berwajib, yang merujuk pada ketentuan menista,” pungkasnya.