AS Terbangkan Pesawat Pembom B-1B di Semenanjung Korea

Pesawat pembomer B1 milik AS, yang terbang diatas semenanjung Korea.Foto CNN
Pesawat pembomer B1 milik AS, yang terbang diatas semenanjung Korea.Foto CNN

Soul,Sayangi.com- Amerika Serikat menerbangkan dua pembom B-1B di atas semenanjung, setelah Korea Utara uji coba rudal.

Kepala Staff Gabungan Militer Korea Selatan dalam rilisnya menyebutkan kedua pesawat menuliskan pesawat Bomber B-1B dikawal dua jet tempur F-15K. Jet tempur adalah milik angkatan bersenjata Korea Selatan setelah meninggalkan pangkalannya di Guam.

Militer Korea Selatan mengungkapkan bahwa latihan ini adalah bagian dari latihan reguler. Latihan ini untuk meningkatkan pertahanan militer dan juga sebagai unjuk kekuatan aliansi antara AS dan Korea Selatan.

Secara terpisah Militer AS mengungkapkan bahwa pesawat tempur Jepang ikut bergabung dalam latihan militer itu.  Sehingga untuk pertama kalinya bomber AS berlatih bersama jet tempur Jepang dan Korea Selatan secara sekaligus.

Dilansir dari the guardian (11/10) AS menerbangkan dua pembom B-1B supersonik di atas semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi pada hari Minggu (9/10). Ini karena duta besar AS untuk PBB memperingatkan bahwa China, Jepang dan Korea Selatan perlu berbuat lebih banyak setelah tes rudal Pyongyang terbaru.

Korea Utara mengatakan telah melakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang berbeda pada hari Jumat. Dan menurut Korut itu hal itu untuk membuktikan kemampuannya untuk menyerang daratan Amerika.

Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, mengatakan di Twitter pada hari Sabtu bahwa AS “selesai berbicara” tentang Korea Utara, yang “bukan hanya masalah AS”. “China sadar mereka harus bertindak,” ciut  Haley. AS telah mendesak Jepang dan Korea Selatan untuk meningkatkan tekanan dan meminta solusi internasional.

China, sekutu utama Korea Utara, mengatakan bahwa pihaknya menentang peluncuran rudal Korea Utara. Menurutnya, Korut telah melanggar resolusi dewan keamanan PBB yang dirancang untuk mengekang program nuklir dan rudal Pyongyang yang dilarang.

“China berharap semua pihak bertindak dengan hati-hati, untuk mencegah ketegangan terus meningkat,” kata kementerian luar negeri China pada hari Sabtu.

Di awal masa kepresidenannya, Trump bertemu dengan presiden China, Xi Jinping, dan menyatakan harapan Beijing akan menggunakan kekuatan ekonominya untuk mengekang ambisi nuklir Korea Utara.

Namun pada hari Sabtu (8/10), Trump mengatakan di Twitter bahwa dia “sangat kecewa dengan China”. Negara China yang diuntungkan dari perdagangan dengan AS tapi tidak “melakukan apa-apa untuk kita dengan Korea Utara”.

Penerbangan B-1B merupakan tanggapan atas uji coba rudal hari Jumat dan peluncuran roket Hwasong-14 Korea Utara pada tanggal 3 Juli, kata Pentagon. Pembom telah lepas landas dari sebuah pangkalan udara AS di Guam dan telah bergabung dengan jet tempur Jepang dan Korea Selatan selama latihan tersebut.

“Korea Utara tetap merupakan ancaman paling mendesak bagi stabilitas regional,” kata Jenderal Terrence J O’Shaughnessy, komandan angkatan udara Pasifik. “Jika dipanggil, kami siap untuk merespons dengan cepat, mematikan dan kekuatan yang luar biasa pada satu waktu dan tempat yang kami pilih.”

Pada hari Minggu (9/10), Badan Pertahanan Rudal AS mengumumkan bahwa AS telah berhasil menembak jatuh rudal jarak menengah dalam uji coba terakhir program pertahanan rudal THAAD-nya. Peralatan ini   dirancang untuk melindungi negara tersebut dari ancaman potensial dari negara-negara seperti Korea Utara dan Iran. .

Tes tersebut telah direncanakan sebelum meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara. Perangkat ini merupakan   rudal jarak menengah. Bukan rudal tipe jarak jauh seperti yang diuji Korea Utara.