Aiman Witjaksono Ingin Laporan Aris Budiman Diselesaikan di Dewan Pers

Aiman Witjaksono di Polda Metro Jaya, Rabu (11/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Jurnalis senior Kompas TV Aiman Witjaksono memenuhi panggilan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ini adalah kali pertama Aiman memenuhi panggilan pihak kepolisian, pasalnya, Aiman tidak memenuhi panggilan pada Jumat (29/9) lalu.

Aiman dipanggil sebagai saksi terkait laporan Dirdik KPK Brigjen Pol Aris Budiman. Aris sendiri melaporkan statemen koordinator ICW pada acara yang dipandu Aiman.

“Saya datang sebagai saksi untuk memenuhi kewajiban saya sebagai warga negara,” ujar Aiman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/10).

Aiman mengaku, masih bingung dengan laporan yang dibuat Aris. Karena dalam acara tersebut, Donal sama sekali tidak menyebut nama Aris Budiman sama sekali.

“Tidak ada satupun nama yang disebutkan oleh Donal Fariz saat wawancara dengan saya. Tidak ada sama sekali nama (Aris Budiman),” tegasnya.

Aiman menganggap, andaikata ada kekeliruan dalam program yang ia pandu, seharusnya pihak Aris Budiman melaporkan ke dewan pers. Hal itu sesuai Undang-undang pers yang berlaku di Indonesia.

“Saya akan mendasari seluruhnya kasus ini pada Undang-Undang No 40 tahun 1999 Tentang Pers,” terangnya.

Lebih jauh Aiman mengatakan, apa yang dilakukan Aris dapat mengancam iklim kebebasan pers yang telah terbentuk di Indonesia. Ia khawatir, bila narasumber melakukan kesalahan statemen atau data di media, langsung diselesaikan lewat jalur hukum.

“Bahaya sekali ketika ada narasumber yang kemudian salah berbicara atau kemudian salah mengutip data misalnya, tapi kemudian langsung di proses hukum tidak di Dewan Pers,” kata Aiman.

Pihak Kompas TV, lanjut Aiman, telah mencoba menghubungi Aris Budiman. Hal tersebut dilakukan untuk menanyakan, apakah Aris akan melakukan hak jawab atas statemen Donal Fariz.

“Pak Aris sudah coba saya hubungi, belum ada permintaan untuk melakukan hak jawab,” katanya.

Seperti diketahui, Aris Budiman melaporkan isi pemberitaan di tiga media ke polisi, yakni Kompas TV, Tempo, dan Inilah.com. Untuk Kompas TV sendiri dilaporkan terkait wawancara dalam program Aiman dengan narasumber aktivis ICW Donal Fariz, terkait kasus e-KTP.