Aiman Berharap Pemeriksaannya di Polda Metro Adalah yang Pertama dan Terakhir

Aiman Witjaksono di Polda Metro Jaya, Rabu (11/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Jurnalis senior sekaligus pembawa acara berita Kompas TV, Aiman Witjaksono akhirnya selesai dimintai keterangan oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Menurut Aiman, ada sekitar 20 sampai 30 pertanyaan yang disampaikan penyidik kepadanya.

Aiman berharap, pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan yang pertama dan terakhir untuknya. Ia juga berharap, laporan Dirdik KPK Brigjend Pol Aris Budiman terhadap koordinator ICW Donal Fariz dapat diselesaikan melalui dewan pers

“Kita juga berharap tidak ada proses selanjutnya. Kita berharap ya, mudah-mudahan tidak (dilanjutkan di kepolisian), dan ini bisa diselesaikan melalui dewan pers,” ujar Aiman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/10).

Penyidik, kata Aiman, menanyakan soal wawancaranya kepada Donal Fariz dalam programnya, yang menjadi pangkal laporan Aris Budiman. Karena menurutnya, penyidik perlu informasi dari pihak media yang menyiarkan wawancara tersebut.

“Pertanyaannya seputar apa yang menjadi, bahwa wawancara itu ada atau tidak dan dilakukan seperti apa? Sebenarnya melihat tayangan yang memang sudah tayang kan bisa dijawab sesungguhnya, tapi penyidik perlu data yang lebih dalam lagi gitu,” katanya.

Lebih lanjut, Aiman bersikukuh untuk melanjutkan laporan tersebut ke pihak dewan pers. Hal itu menurutnya mengacu pada Undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers.

“Bahwa setiap penyelesaian masalah dari pemberitaan pers diselesaikan dewan pers. Siapapun, apakah kita (wartawan) apakah narasumber juga berharap, ketika masuk dalam produk pemberitaan pers, maka diselesaikan dengan undang-undang pers,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Aiman diperiksa sebagai saksi atas laporan yang dilayangkan Aris Budiman atas wawancara eksklusif di acara Aiman Kompas TV dengan narasumber koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz. Aris menganggap, konten dalam wawancara itu ada yang melanggar Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah.