Buat Rusuh di Depan Kemendagri, 15 Orang Diamankan Polisi

Kerusakan akibat aksi anarkis di Kemendagri

Jakarta, Sayangi.com – Sekelompok orang yang diduga sebagai pendukung salah satu calon Bupati Kabupaten Tolikara, Papua menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kemendagri, Gambir, Jakarta, Rabu (11/10). Kelompok yang menamakan diri sebagai Barisan Merah Putih Tolikara ini awalnya ingin membahas sengketa Pilkada di Tolikara.

Namun, tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan. Mereka melempari gedung Kemendagri dengan batu, hal ini menyebabkan beberapa pot dan kaca gedung pecah.

Kabag Operasional Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asfuri mengatakan, sempat terjadi kerusuhan disana. Akibat kerusuhan tersebut, beberapa orang harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

“Beberapa pot dan kaca disana rusak, sebuah mobil dinas Dirjen pun ada yang rusak. Ada pula korban luka yang dilarikan ke Rumah Sakit terdekat,” ujar Asfuri di Jakarta, Rabu (11/10).

Namun, kerusuhan itu tidak berlangsung lama. Saat ini kondisi di gedung Kemendagri dan sekitarnya telah kondusif.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, pihaknya telah mengamankan 15 orang terkait kerusuhan itu. Saat ini, 15 orang tersebut tengah dimintai keterangannya oleh penyidik.

“Sementara semua pelaku, mengapa dan bagaimana (kerusuhan itu bisa terjadi) masih dalam pemeriksaan. Sementara ini masih melakukan pengejaran terhadap yang lain,” kata Nico.

Nico juga membenarkan ada beberapa kerusakan yang ditimbulkan dari kerusuhan tersebut. Diantaranya adalah komputer dan kaca-kaca gedung yang pecah.

“Sementara kantor rusak, kaca pecah, beberapa komputer. Setelah itu tim gabungan Polres Jakpus dan Polda melakukan penyisiran,” jelasnya.

Hingga saat ini, Nico mengaku, pihaknya belum menemukan adanya korban dari kerusuhan yang terjadi sore tadi. Namun bila ada pihak yang merasa jadi korban, Nico mempersilakan orang tersebut untuk melapor ke pihaknya.

“Ya kalau kena lemparan batu orangnya masih kami cek. Bila ada yang jadi korban silahkan datang ke kantor, wartawan jadi korban silakan ke kantor,” pungkasnya.