Datangi Polda Metro, Istri Tersangka Kasus Nikahsirri.com Mengaku Sering Di Bully

Istri dari tersangka kasus nikahsirri.com Aris Wahyudi, Rani Tania dan pengacaranya Henry Indraguna saat mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

Jakarta, Sayangi.com – Istri dari tersangka kasus dugaan pornografi dan perdagangan manusia Aris Wahyudi, Rani Tania, mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (12/10). Didampingi Henry Indraguna sebagai pengacaranya, Rani meminta maaf bila situs nikahsirri.com, yang dibuat suaminya meresahkan masyarakat.

“Saya minta maaf atas tindakan suami saya,” ujar Rani di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Rani juga mengatakan, bukan hanya beban materiil yang kini harus ditanggungnya, tapi juga beban mental. Pasalnya, setelah masyarakat tahu bahwa suaminya terlibat dalam situs tersebut, ia seperti dikucilkan.

“Setelah suami ditahan saya jarang keluar rumah. Saya dibully, sama media dibully, sama semua dibully,” tuturnya.

Rani mengaku, apa yang dilakukan suaminya mungkin salah. Namun sebagai seorang istri, ia tetap berharap suaminya dapat diringankan hukumannya.

“Harapan saya suami diringankan hukumannya, kalau bisa dibebaskan. Karena hanya suami saya yang bisa menafkahi saya, saya nggak punya penghasilan apa-apa,” katanya.

Ditempat yang sama, Henry juga meminta maaf atas apa yang dilakukan kliennya itu. Namun menurut Henry, tidak ada niat buruk dari Aris dengan membuat situs nikahsirri.com itu.

“Tidak ada niatan jahat, keluarga Aris ekonominya sangat lemah, rumah masih ngontrak. Kemudian Aris yang mempunyai kemampuan di IT (teknologi informasi) berusaha untuk mencari uang, maka dibuatlah situs tersebut,” urainya.

Ide membuat situs tersebut, lanjut Henry, juga tidak murni dari kliennya. Karena sebelum Aris membuat nikahsirri.com, telah banyak situs yang memuat konten serupa.

Ia juga mengatakan, mengenai gambar koin yang dianggap porno dalam situs itu bukanlah buatan Aris. Menurut Henry, Aris hanya mengambil gambar koin tersebut dan dipasang di situsnya.

“Memang ada kepleset mengambil gambar koin yang dikatakan porno. Kami lihat, kami telusuri itu yang menciptakan bukan saudara Aris, dia hanya mengambil dan mengupload. Nanti kita buktikan di pengadilan, mohon hormati dulu,” kata Henry.

Mengenai tes dan lelang keperawanan yang disangkakan kepada kliennya, Henry mengatakan, itu hanya sebagai bentuk pemasaran. Hal itu agar banyak orang yang mengakses situs tersebut dan memberikan keuntungan kepada Aris.

“Beredar isu mengeksploitasi anak, itu tidak ada. Dalam website juga dicantumkan dalam syarat, hanya mitra yang berusia 17 tahun ke atas yang boleh mendaftar,” pungkasnya.