AS dan Israel Menyatakan Keluar dari UNESCO

Direktur UNESCO, Irina Bokova, menyesalkan rencana keluarnya AS dari anggota UNESCO/ AP

Washington, Sayangi.Com– Amerika Serikat (AS) menyatakan keluar dari UNESCO dengan alasan badan PBB  yang yang menangani pendidikan, keilmuan, dan budaya itu telah mengalami bias anti Israel.

Keputusan itu disampaikan Juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauert, di Washington, Kamis (12/10).

“Pemerintah AS mengambil keputusan ini setelah melalui pertimbangan yang sangat mendalam. UNESCO perlu melakukan reformasi fundamental,” kata Nauert, dikutip Reuters.

Menurut Nauert, setelah mundur, AS yang merupakan salah satu pendiri UNESCO akan berperan sebagai negara pemantau.

Berdasarkan peraturan UNESCO, pengunduran diri AS akan berlaku pada 31 Desember 2018 dan hingga periode ini AS tetap menjadi anggota penuh dan akan mengirim iuran anggota sebesar US$80 juta atau sekitar Rp1 triliun per tahun.

Washington memangkas kontribusi finansial terhadap UNESCO setelah organisasi itu memasukkan Otorita Palestina sebagai anggota secara penuh pada 2011.

Direktur UNESCO yang berkantor pusat di Paris, Irina Bokova, menyesalkan keputusan pemerintah AS tersebut.

“Setelah menerima pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Amerika, Rex Tillerson, saya ingin menyatakan penyesalan mendalam terhadap keputusan Amerika Serikat untuk keluar dari UNESCO,” kata Irina Bokova, dalam pernyataannya.

Menurut irina, ini adalah kerugian besar bagi keluarga besar PBB.

“Ketika konflik menghancurkan komunitas di berbagai belahan dunia, sangat disayangkan Amerika memutuskan menarik diri dari lembaga PBB yang mempromosikan perlunya perlindungan bagi kebudayaan-kebudayaan yang terancam,” katanya.

Sejak Presiden Donald Trump berkuasa, AS mundur dari kerja sama perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan kesepakatan iklim yang disetujui di Paris. Trump juga menyebut kerja sama pertahanan Atlantik Utara NATO sudah tak lagi relevan.

Sejumlah diplomat mengatakan khawatir dengan dampak dari berkurangnya intensitas AS dalam urusan-urusan internasional.

Seorang diplomat di UNESCO kepada Reuters mengatakan bahwa ketiadaan Amerika Serikat atau negara besar manapun yang punya pengaruh adalah kerugian besar.

UNESCO bisa menjadi forum untuk mempromosikan nilai-nilai yang penting bagi AS sendiri seperti pendidikan dan kebudayaan, katanya.

Israel Ikuti Jejak AS

Beberapa jam setelah AS menyatakan mundur dari UNESCO, Israel mengumumkan kebijakan serupa.

“Perdana menteri menginstruksikan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan pengunduran diri Israel dari UNESCO bersama Amerika Serikat,” demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kamis (12/10).

Pada 2016 UNESCO mengecam aktivitas Israel di kota suci Jerusalem dan wilayah pendudukan Tepi Barat/ AFP

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras UNESCO karena memutuskan Kota Lama Hebron di Tepi Barat sebagai Warisan Dunia.

Tahun lalu, Israel membekukan kerja sama dengan UNESCO setelah badan PBB ini mengadopsi resolusi yang tidak lagi menyertakan kaitan Yahudi dengan satu tempat suci di Jerusalem.