KPAI Berharap Sekolah yang Terlibat Tawuran di Cakung Lakukan Rekonsiliasi

Retno Listyarti

Jakarta, Sayangi.com – Tawuran pelajar di Jakarta kembali memakan korban. Pada Senin (9/10) lalu, seorang pelajar bernama Muhammad Raffi Ismail (17) tewas dengan luka tusuk, akibat tawuran yang terjadi di kawasan Cakung.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengaku, KPAI prihatin atas insiden tersebut. KPAI juga meminta pihak-pihak terkait segera melakukan penyelidikan terkait tewasnya MI, seperti kepolisian dan Dinas Pendidikan provinsi DKI Jakarta.

“Kepolisian mengusut secara hukum yang berlaku, seperti penggunaan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Sedangkan pihak Dinas Pendidikan kami dorong untuk segera berkoordinasi dengan pihak sekolah korban dan yang diduga pelaku,” ujar Retno dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/10).

Retno menduga, ada oknum pelajar yang membawa senjata tajam dalam tawuran tersebut. Hal itu dapat dilihat dari luka tusuk yang ada di tubuh Ismail yang membuat remaja itu harus kehilangan nyawanya.

“Dari luka tusuk tersebut menggambarkan dugaan kuat bahwa para pelajar tersebut menggunakan senjata tajam saat mengeroyok korban,” katanya.

Lebih jauh Retno berharap, sekolah yang terlibat dalam tawuran tersebut dapat melakukan rekonsiliasi. Hal ini agar tidak ada upaya balasan dari teman-teman satu sekolah korban.

“Agar tidak ada pembalasan, sekaligus upaya memutus mata rantai kekerasannya,” cetusnya.

Jika memang pihak sekolah ingin lakukan rekonsiliasi, lanjut Retno, pihaknya mengaku siap membantu. Bahkan, KPAI mengaku siap menggandeng pihak-pihak terkait lainnya.

“KPAI siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,” pungkasnya.