Gasak Uang Rp460 Juta, Penipu Bermodus Tukar ATM Dibekuk Polres Jakpus

Konferensi pers Polres Jakarta Pusat terkait kasus penipuan bermodus penukaran kartu ATM.

Jakarta, Sayangi.com – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat menangkap dua orang pelaku penipuan dengan modus menukar kartu ATM tanpa sepengetahuan korban.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, kedua tersangka diketahui bernama Andi Amsir dan Syafrudin (Udin). Keduanya dibekuk masing-masing di Plaza Senayan dan Atrium Senin pada Selasa lalu.

Mengenai modusnya, Kabag Ops Polres Jakarta Pusat AKBP Asfuri menjelaskan, pelaku Udin pada Pada 10 April 2017 lalu berpura-pura sebagai warga negara Brunai mengaku hendak menyumbangkan dana ke Masjid Istiqlal dan meminta korban yang merupakan wanita bernama SL untuk mengantar ke masjid Istiqlal dengan menggunakan mobil Toyota Avansa hitam.

“Di tengah perjalanan pelaku minta berhenti di ATM dan menunjukan jumlah total uang yang ada di dalam ATM sebanyak 8 Miliar dan korban juga menunjukkan uang yang ada di ATM karena pelaku ingin mentransfer ke korban,” kata Asfuri.

Setelah pelaku mengetahui saldo korban yang saat itu berjumlah Rp1,3 milyar, pelaku dan korban kembali masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Masjid Istiqlal.

Di tengah perjalanan, pelaku Andi Amsar (AA) meminta ingin melihat ATM yang dimiliki oleh korban. Setelah ditunjukan, pelaku berpura-pura heran karena ATM nya berbeda dengan yang dimilikinya, sambil berkata “Kenapa kartu ATM ibu kok lain dan beda”.

“Pelaku AA coba melihatnya dan tiba-tiba dengan sengaja menjatuhkan. Disaat itulah pelaku menukarkan ATM korban dengan ATM palsu yang sudah disiapkan. Tidak sampai di masjid Istiqlal pelaku dengan berbagai alasan memulangkan korban ke hotel RALS Jakarta Pusat,” ujar Asfuri.

Setelah akan menggunakan kartu ATN BNI miliknya ternyata korban baru menyadari jika ATM BNI tersebut bukan miliknya, karena khawatir maka pelapor melakukan pengecekan saldo rekeningnya. Benar saja, Saldo di rekening korban berkurang sekitar Rp.460 juta. Atas kejadian tersebut pelapor membuat laporan pengaduan.

“Jadi pas di ATM bersama pelaku ini, pin ATM korban diintip dan dihafalin oleh pelaku,” kata Asfuri.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan 110 buah kartu ATM dari berbagai Bank, 1 bundel print out rekening koran Bank BNI atas nama Pelapor, dan 2 unit Handphone yang digunakan oleh Pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Pelaku penipuan dikawal polisi