Polisi Sita 300 Kilo Ganja Dari Sebuah Truk di Tol Jakarta-Merak

Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Kombes Pol Argo Yuwono (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan upaya pengiriman lebih dari 300 kilo gram ganja ke Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, ganja yang diduga berasal dari Aceh ini berhasil diamankan di tol Merak menuju Jakarta.

“Kita mencurigai ada transaksi berkaitan dengan jual beli ganja, jadi kita kembangkan, yang berada di mobil Ayla putih kita mendapatkan 40 kilo ganja. Akhirnya kita menangkap sebuah truk yang berada di kilo meter 23 dari Merak ke arah Jakarta, kita berhasil mendapatkan truk itu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/10) malam.

Polisi, kata Argo, sempat kesulitan mencari truk yang membawa ganja tersebut. Apalagi, ganja tersebut disembunyikan di bagian bawah bak truk.

“Ternyata juga ganja ini disimpan di dinding bak itu. Nah malam ini sudah lagi kita bongkar, inilah keberhasilan yang selanjutnnya dari Polda Metro Jaya,” tuturnya.

Sementara itu, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, pengirim ganja itu lihai mengelabui petugas. Karena ia memodifikasi truk yang dibawanya, sehingga sulit dilacak dimana ganja tersebut disembunyikan.

“Dia bikin (tumpukan) kayu-kayu, di bawahnya itu ada ruang kosongnya dimasukin (ganja tersebut),” jelasnya.

Hingga saat ini, kata Suwondo, pihaknya belum memastikan apakah narkoba yang dibawa hanya ganja, atau ada narkoba jenis lainnya. Pasalnya, pihak kepolisian belum membongkar truk tersebut secara keseluruhan.

“Ini kita akan cek, tapi kan dari pengakuan awal memang ganja. Ini mau dibongkar, apa murni ganja semua atau ada yg lain,” jelasnya.

Dari kasus tersebut polisi polisi juga turut mengamankan tiga orang tersangka. Mereka yang berhasil diamankan, masing-masing berinisial RJ, G dan A.

“RJ sama G itu yang ditangkap di mobil Ayla. (Sedangkan yang berada di truk) A,” tutup Suwondo.