Suu Kyi Rencanakan Bantuan Untuk Muslim Rohingya

Aung San Suu Kyi. Foto NPR
Aung San Suu Kyi. Foto NPR

Naypyidaw,Sayangi.com- Aung San Suu Kyi telah menetapkan rencana proyek kemanusiaan baru guna memungkinkan wilayah Rakhine Myanmar muncul sebagai daerah yang damai dan berkembang.

Rencana tersebut dibocorkan seorang penasihat dekatnya Suu Kyi. Ia menyatakan Suu Kyi menunjukkan tekadnya untuk memperbaiki krisis pengungsi di negara tersebut,ungkapnya.

Dilansir dari reuters Sabtu (14/10) Pemimpin de facto Myanmar, Suu Kyi mengatakan dalam sebuah pidato di televisi pada hari Kamis malam bahwa dia akan mengundang organisasi bantuan, pemimpin bisnis dan masyarakat sipil untuk mengambil bagian dalam prakarsa tersebut.

Langkah ini bertujuan untuk meredakan kekerasan yang menyebabkan 536.000 Muslim Rohingnya melarikan diri dari wilayah Rakhine ke Bangladesh di negara dua bulan terakhir ini.

“Yang dia inginkan adalah bagaimana bagaimana memperbaikinya, bagaimana cara memberi pemerintah sipil, menentang dengan militer, kekuatan untuk memberikan bantuan, rekonsiliasi dan pembangunan kembali,” kata penasehat tersebut kepada awak melalui telepon. “Itulah tugas yang telah dia tetapkan.”ungkapnya.

Sedangkan dalam sambutan pada Kamis Suu Kyi mengatakan bahwa walaupun pemerintah mungkin tidak kuat, dia berharap kekuatan dan kemurahan hati rakyat akan mengubah inisiatif tersebut.

Langkah kebijakan Su Kyi akan diluncurkan pada hari Minggu besok. Dan ini akan menjadi “tonggak sejarah” dalam sejarah Myanmar.

Namun Perwakilan Suu Kyi di Myanmar tidak dapat dihubungi oleh reuters untuk mengkonfirmasi komentar penasehatnya. Namun dua pakar terkemuka Myanmar mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa penasihat tersebut memang dekat dengan pemimpun Su Kyi.

Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) telah menyebut kekerasan di Myanmar sebagai “contoh buku teks tentang pembersihan etnis”. Peraih Nobel Perdamaian Suu Kyi telah banyak dikritik karena gagal mengambil tindakan untuk menghentikannya.

“Dia terkejut dengan apa yang telah dilihatnya. Dia sangat peduli dengan hal ini. Aku tahu itu tidak selalu terjadi. Tapi dia benar-benar, “kata penasihat Suu Kyi kepada para awak media melalui telpon.

Tapi dia harus melangkah hati-hati agar tidak mengobarkan hal-hal lebih jauh, ungkapnya. Penasehat Suu Kyi mengatakan bahwa transisi Myanmar ke demokrasi berada dalam “posisi berbahaya”.