Sutradara Perempuan Livi Zheng Promosi Bali di Rapat Tahunan IMF

Livi Zheng,Sri Mulyani,Luhut Panjaitan di rapat tahunan World Bank Washington, Foto Istimewa
Livi Zheng,Sri Mulyani,Luhut Panjaitan di rapat tahunan World Bank Washington, Foto Istimewa

Washington,Sayangi.com- Sutradara dan produser Hollywood dari Indonesia, Livi Zheng, diberi kesempatan hadir di Rapat Tahunan Dana Moneter Internasional .

Dalam kesempatan pertemuan IMF ini ia mempromosikan keanekaragaman Indonesia khususnya Bali di Rapat Tahunan Dana Moneter Internasional (MIF) dan Bank Dunia (World Bank) 2017. Rapat tahunan ini digelar di IMF Headquarters 1, Washington AS, Kamis (12/10/2017) waktu setempat.

Selain Livi Zheng, hadir dalam rapat itu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Pandjaitan.

Livi Zheng dalam keterangan tertulisnya yang dibagikan ke media Sabtu (14/10)  menjelaskan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau.  Dan lebih dari 300 suku yang hidup berdampingan dengan keanekaragaman budaya dan kekayaan alam yang melimpah.

Di hadapan para awak media dunia, dia juga menegaskan bahwa meski Indonesia memiliki ratusan suku dan beragam agama, tapi satu yang dikenal dengan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam releasenya ia juga menceritakan lokasi penyelenggaraan Rapat Tahunan IMF dan World Bank Tahun 2018 (2018 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF) yang akan digelar di Bali.

Livi Zheng yang lahir di Blitar Jawa Timur ini menuturkan warga Bali sangat ramah dan cepat beradaptasi terhadap turis. Warga Bali, misalnya, mampu beragam bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin.

Dalam promosi yang ia paparkan, Livi menjelaskan setiap tahun jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkunjung ke Bali. Oleh karena itu, bagi Livi, Bali adalah pilihan tepat untuk menjadi lokasi 2018 Annual Meetings of the World Bank Group and the IMF.

Saat memaparkan keindahan Bali, gadis Indonesia yang lama menetap di AS ini, mempertunjukan teaser film Bali besutannya: Beats of Paradise. Filem tersebut yang rencananya dirilis tahun 2018 di bioskop-bioskop Amerika Serikat.

Livi menyebutkan walaupun ia lahir dan besar di Indonesia, dia tak pernah berhenti terpesona dengan Indonesia. Selalu ada hal baru yang dia pelajari dan ada daerah baru yang belum dia kunjungi.

“Pemandangan Bali sangat indah, tapi yang paling saya cintai adalah kebudayaan dan tradisi yang masih kental di kehidupan sehari-hari. Seni adalah jiwa orang Bali. Bagi orang Bali hidup adalah sebuah perayaan. Setiap pagi kita bisa melihat orang Bali memberikan sesajen, ini adalah salah satu cara mereka merayakan kehidupan dan menjalankan ibadah,” ujarnya.

Ia juga menuturkan di Bali ada banyak tempat yang menarik. Seperti contoh Desa Penglipuran salah satunya. Desa tradisional yang tetap mempertahankan budaya tradisional Bali. Desa ini tetap mempertahankan cara kehidupan dan budaya yang telah dijalani nenek moyang ratusan tahun yang lalu dalam kehidupan sehari-harinya.

Desa Penglipuran berhasil mendapat penghargaan Kalpataru dari Pemerintah pusat tahun 1995.Tak lupa, Livi juga memperkenalkan keindahan Pura Tanah Lot di Bali, dan menceritakan Kota Blitar, kampung halamannya.

Dalam presentasinya sutradara muda ini juga menjelaskan, bahwa Presiden Pertama Indonesia Soekarno menghabiskan masa kecilnya di Blitar, dan dimakamkan di Blitar. Disela sela presentasinya tak lupa Livi Zheng juga memperkenalkan Pura Tanah Lot di Bali, dan menceritakan Kota Blitar, kampung halamannya.