Rusia Sebut ISIS Tinggal Kuasai 8 Persen Wilayah Suriah

Letnan Jendral Sergei Rudskoy dari Rusia. Foto syria.mil.ru
Letnan Jendral Sergei Rudskoy dari Rusia. Foto syria.mil.ru

Moskow,Sayangi.com- Dari hari kehari wilayah yang dikuasai oleh ISIS di Suriah telah berkurang.Diperkirakan ISIS hanya menguasai wilayah SUriah kurang dari 8 persen. “ISIS saat ini menguasai 14.800 kilometer persegi, yang berada di bawah 8 persen wilayah Suriah,” kata Jenderal Sergey Rudskoy, juru bicara Staf Umum Rusia.

Kelompok ekstrimis ini sudah mendapatkan tekanan hebat dari pasukan pemerintah Suriah, yang didukung oleh angkatan udara Suriah, yang melanjutkan kesuksesan mereka di Provinsi Deir al-Zor.

Menurut Rudskay, ISIS telah kehilangan 5.841 kilometer persegi wilayah tersebut selama bulan lalu dengan jumalah 142 kota dan desa terbebas dari para teroris.

Pasukan pemerintah Suriah melanjutkan kemajuan sukses mereka di dekat Deir ez-Zor, mengambil alih wilayah yang luas di tepi kanan Sungai Efrat ke barat laut dan barat kota, katanya. Di tenggara, militer Suriah telah benar-benar memblokir kota al-Mayadeen, yang tetap menjadi pemukiman IS-held terbesar di Suriah.

“Kota ini dalam blokade penuh saat ini. Pembebasan distrik pusatnya sekarang sudah hampir selesai, “kata Rudskoy. ISIS berencana untuk mengubah kota al -Mayadeen menjadi benteng barunya, menempatkan unit tempur yang tersisa ke al-Mayadeen, tambahnya.

Operasi Suriah dilakukan dengan dukungan penerbangan Rusia, yang telah mengintensifkan serangan udara terhadap para teroris “satu setengah lipat.” “Selama seminggu terakhir, di daerah Deir-ez-Zor sendiri, Angkatan Udara Rusia telah melakukan 383 serangan, mencapai target 993 IS,” kata Jenderal.

Pada akhir September, pasukan Suriah mencegah serangan balasan besar-besaran oleh sekelompok teroris yang beranggotakan 3.000 di Provinsi Deir-Zor.

Jubir Rusia ini juga menjelaskan Pasukan tersebut terdiri dari militan di dalam unit Suriah dan ISIS yang menyeberang ke negara tersebut dari Provinsi Anbar dan Nineveh Irak di mana pasukan yang didukung AS melakukan operasi anti-teroris. “Selain itu, pasukan pemerintah diserang telah oleh 450 pejuang ISIS, yang berasal dari daerah dekat al-Tanf, yang dikuasai AS,” tambahnya.

Rusia terus mendukung daerah-daerah yang dibebaskan di Suriah, dengan memberikan 74 ton bantuan kemanusiaan ke Aleppo dan Damaskus dalam beberapa bulan terakhir.

Petugas medis dari rumah sakit Kementerian Pertahanan Rusia menginformasikan juga merawat lebih dari 2.000 pasien warga Suriah selama periode tersebut.

“Salah satu masalah paling akut di wilayah yang dibebaskan dari ISIS adalah kehadiran sejumlah besar alat peledak (ranjau darat0 yang ditinggalkan oleh militan serta persenjataan yang tidak meledak,” kata Rudskoy.

Penyapu Ranjau Rusia sejauh ini membersihkan 838 bangunan dan 87 kilometer jalan di Suriah, menetralisir 24.000 ranjau dan alat peledak improvisasi.

“Pasukan Udara Rusia akan melanjutkan operasi terhadap kelompok teroris ISIS dan Jabhat al-Nusra sampai ISIS benar benar tereleminasi, ungkap Jenderal Sergey Rudskoy.
Sumber: Rusia Time (rt.com)