Polres Jember Lounching Program Memasukkan Bahaya Narkoba dalam Kurikulum SMP dan SMA

Kapolres Jember melakukan lounching masuknya bahaya narkoba dalam kurikulum sekolah di Jember

Jember, Sayangi.com – Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo memimpin peluncuran program Polres Jember tentang pelajaran bahaya narkoba diikutsertakan dalam kurikulum pendidikan SMP dan SMA se-Kabupaten Jember.

Peluncuran tersebut dilaksanakan dalam apel besar di alun-alun Kabupaten Jember, Sabtu (14/10) pagi, yang dihadiri 3.600 siswa SMP, MTS, SMU, MAN dan SMK sebagai perwakilan pelajar se-Kabupaten Jember yang dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Kapolres Jember dengan Bupati Jember dan Kadiknas Provinsi Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Jember Faida, Ketua DPRD, Kajari, Dandim 0824 Jember, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kab. Jember, Para tokoh agama, tokoh masyarakat, Perwakilan guru, Kepolisian, dan 3.600 siswa SMP, MTS, SMU, MAN dan SMK se-Kabupaten Jember.

Dalam sembutannya, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengutip pernyataan
Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa Indonesia sudah masuk dalam tahapan darurat narkoba dengan sasaran seluruh lapisan usia, bahkan tingkatan pelajar sudah menjadi target operasi peredaran narkoba.

“Oleh karen itu, tidak cukup upaya kita hanya dengan meniadakan suply yaitu dengan menangkap para pengedar narkoba, melainkan juga harus meniadakan demand dengan cara menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba melalui sosialisasi,” kata Kusworo Wibowo di Jember, Sabtu (14/10).

Menurut Kusworo, Kapolri Tito Karnavian pada saat apel Kasatwil tanggal 9 Oktober lalu memberikan arahan agar sosialisasi wawasan tentang bahaya narkoba di tingkat pelajar sebaiknya diikutsertakan di dalam kurikulum sehingga pengguna narkoba di kalangan pelajar bisa ditekan bahkan ditiadakan.

“Alhamdulillah hari ini kita melaunching Program pendidikan tentang anti dan bahaya narkoba diikutsertakan dalam kurikulum SMP dan SMA se-kab. Jember,” kata Kusworo.

Ke depan, Polres Jember akan menugaskan 40 personel Polres Jember untuk mengajar di sekolah-sekolah Se-kab Jember dengan 1 minggu, 1 kecamatan, 2 sekolah dengan memanfaatkan jam pelajaran Bimbingan Karier dan jam pelajaran muatan lokal.

“Bahkan kita siapkan waktu dimana para orang tua murid untuk diundang dan dibuatkan forum group discussion (FGD) tentang pola pengawasan terhadap anak dari bahaya narkoba,” katanya.