Polisi Ungkap Peredaran Sabu Disembunyikan di Kotak Sabun dan Tempat Make Up

Ketiga tersangka pengedar sabu saat press realease di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (14/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 1.766 gram dari beberapa tempat berbeda. Dalam kasus tersebut, polisi turut mengamankan tiga orang sebagai tersangka.

Pengungkapan ini dipimpin okeh Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak. Awalnya, petugas mendapat informasi bahwa ada seorang yang bernama Latip alias Dodi merupakan pengedar narkotika jenis sabu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, berbekal informasi tersebut, petugas langsung memburu Latip. Selang beberapa waktu, akhirnya Latip dapat diamankan dengan barang bukti sabu, yang disembunyikannya di tas hitam.

“Akhirnya petugas mengamankan Latip dan menemukan tas warna hitam. Di dalam tas itu terdapat sabu seberat brutto 89,30 gram yang disembunyikan dalam kotak sabun,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (14/10).

Setelah dapat keterangan dari Latip, kata Argo, petugas mengembangkan lagi kasus tersebut. Sampai akhirnya polisi menangkap seorang tersangka bernama Ema, dengan barang bukti lebih dari 50 gram sabu.

“Dari tangan Ema didapati sabu seberat brutto 50,15 gram didalam kotak bekas make up. Ema diringkus pada Rabu (4/10) sekitar pukul 14.45 WIB, saat sedang naik taksi tepatnya di depan halte busway TB Simatupang,” paparnya.

Tidak berhenti disitu, polisi lalu menggeledah rumah kontrakan Ema yang berada di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Di rumah tersebut, lanjut Argo, polisi kembali menemukan 19 bungkus sabu siap edar dengan berat total 1.561,53 gram.

“Pengakuan dari Ema, sekitar pukul 10.00 WIB, ia sudah menjual 100 gram sabu kepada satu orang lagi bernama Agus,” terangnya.

Argo juga menuturkan, Agus sendiri akhirnya diringkus di rumah kontrakannya di Jakarta Pusat. Dari tangan Agus, polisi kembali menemukan sabu seberat 115,8 gram.

Menurut Argo, apa yang dilakukan para tersangka dalam mengedarkan sabu cukup unik. Pasalnya mereka menggunakan tempat yang tidak biasa dalam menyembunyikan sabu miliknya.

“Mereka memiliki modus yang cukup unik, misalnya menaruh sabu di dalam kotak sabun, kotak make up dan di dalam buku tebal,” jelas Argo.

Ketiga tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.