Hari Ini Tenggat Ultimatum Spanyol Untuk Pemimpin Catalonia

Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont (baris depan tengah) bersama kabinetnya/BBC

Madrid, Sayangi.Com– Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont punya waktu sampai Senin (16/10) pukul 10.00 pagi waktu setempat atau 15.00 WIB untuk mengklarifikasi apakah dia telah mendeklarasikan kemerdekaan daerah itu dari Spanyol, sementara Madrid mengancam akan mengembalikan daerah itu di bawah pemerintahan Spanyol langsung jika posisinya tetap ambigu.

Provinsi kaya itu mengancam memisahkan diri dari Spanyol menyusul referendum untuk kemerdekaan pada 1 Oktober yang diklaim dimenangkan kubu pro kemerdekaan dengan 90 persen suara. Namun, Mahkamah Konstitusi Spanyol menyatakan referendum itu ilegal dan membawa Spanyol ke krisis politik paling buruk sejak upaya kudeta militer tahun 1981, atau enam tahun setelah kematian diktator Francisco Franco.

Puigdemont menyampaikan deklarasi kemerdekaan simbolis Selasa pekan lalu, namun menangguhkannya tak lama kemudian dan menyeru perundingan dengan Madrid mengenai masa depan daerah.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy kemudian memberi dia tenggat sampai Senin hari ini untuk mengklarifikasi posisinya dan sampai Kamis untuk mengubah pikiran jika dia berkeras untuk memisahkan diri.

Pemerintah Spanyol menyatakan Puigdemont mestinya menjawab permintaan formal itu hanya dengan “Ya” atau “Tidak” dan bahwa respons ambigu akan dianggap sebagai konfirmasi bahwa deklarasi kemerdekaan telah dilakukan.

Pemerintah pusat mengancam membubarkan pemerintah daerah dan membentuk tim pemerintahan baru, mengambil alih kebijakan dan keuangannya, dan menyelenggarakan pemilihan cepat.

Sumber-sumber yang dekat dengan pemerintah Catalunya mengatakan Puigdemont akan mengirim surat ke Rajoy sebelum tenggat berakhir, meski mereka menolak mengatakan apa jawabannya.

Media lokal seperti TV-3 dan koran La Vanguardia yang berbasis di Barcelona pada Minggu mewartakan Puigdemont tidak mungkin dengan jelas akan menyatakan apakah dia sudah mendeklarasikan kemerdekaan dan mengirim respons yang lebih rumit.

Puigdemont, yang berkonsultasi dengan partai-partai lokal untuk menyiapkan jawabannya, menghadapi dilema.

Kalau dia mengatakan dia sudah memproklamasikan kemerdekaan, pemerintah pusat akan masuk. Kalau dia bilang tidak, partai sayap kiri Catalonia CUP mungkin akan menarik dukungannya terhadap pemerintahan minoritasnya.

Puigdemont mengatakan pada Minggu bahwa jawabannya akan diinspirasi oleh demokrasi, sesuatu yang menurut kebanyakan pengamat politik di Spanyol merupakan tanda bahwa dia akan melanjutkan rencana suksesinya.

Kalau itu yang terjadi, PM Rajoy mengancam akan mengganti pemerintahan Catalonia dengan yang baru dan pemilihan parlemen Catalonia akan dilakukan dalam waktu tiga bulan.

Berdasarkan pasal 155 Konstitusi Spanyol, pemerintah pusat di Madrid boleh menangguhkan otonomi politik suatu wilayah jika wilayah yang bersangkutan melanggar hukum.

Sumber: Reuters