Polisi Tembak Mati Seorang Pemilik Ganja Seberat 386 Kilogram

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat menggelar konferensi pers di RS Polri Kramatjati, Senin (16/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Dirnarkoba Polda Metro Jaya menembak mati seorang pemilik ganja seberat 386 kilogram. Pelaku berinisial Y itu merupakan salah satu pemilik ganja yang truknya diamankan polisi Jumat (13/10) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, tersangka Y alias Jali berusaha melakukan perlawanan kepada petugas, dengan berusaha merebut senjata apinya. Oleh karena itu, akhirnya petugas memberikan tindakan tegas kepada pelaku.

“Kemudian dilakukan tindakan tegas terukur yang mengakibatkan tersangka,
berinisial Y (35) alias Jali meninggal dunia,” ujar Argo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (16/10).

Nama Y, lanjut Argo, didapat dari informasi tiga tersangka berinisial RJ, GS dan S, yang sudah diamankan terlebih dahulu. Ketiganya diamankan di tol Jakarta-Merak ketika hendak mengirim ganja tersebut untuk diedarkan di Jakarta.

“Petugas kemudian berhasil menangkap tersangka S alias Agam pada Jumat (13/10) di Rest Area KM 42 Tol Tangerang-Jakarta, dan menyita satu unit truk Fuso yang berisi ganja,” kata Argo.

Dari S akhirnya diketahui, bahwa pemilik barang haram tersebut adalah Y. Y sendiri akhirnya ditangkap di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.

“Petugas melakukan pengembangan terhadap pemilik narkotika tersebut dan petugas melumpuhkan tersangka Y di Rempoa, Ciputat, Tangerang, pada Jumat (13/10),” tuturnya.

Dari kasus tersebut, petugas turut menyita ganja seberat 386 kg, satu unit mobil Toyota Calya warna putih, satu unit truk Fuso, tujuh buah telepon genggam dan tiga buah kartu ATM.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.