Mendagri Jerman Tuai Kritik Pasca Usul Hari Libur Muslim

Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere . Foto dw
Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere . Foto dw

Berlin,Sayangi.com- Anggota partai Konservatif yang tergabung koalisi penguasa Kanselir Angela Merkel membuat kejutan. Pada hari Sabtu (14/10/2017) salah satu sekutu utamanya mengilhami gagasan tentang liburan Muslim di Jerman.

Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan pekan ini bahwa dia bersedia untuk mendiskusikan kemungkinan mengenalkan sebuah liburan Muslim di beberapa bagian negara tersebut.

Jerman adalah rumah bagi sekitar 4,4 juta Muslim, dengan banyak berasal dari komunitas etnis besar etnis Turki. Lebih dari satu juta migran yang tiba dalam beberapa tahun terakhir juga mencakup banyak umat Islam.

“Dimana ada banyak Muslim mengapa kita tidak mempertimbangkan liburan Muslim,” kata menteri dalam sebuah demonstrasi di Lower Saxony menjelang pemilihan regional hari Minggu di negara bagian tersebut.

CSU, partai saudari Bavaria yang berbasis di Demokrat Demokratik Merkel, sangat menolak gagasan tersebut. Jerman adalah negara Kristen dan itu tidak bisa diganggu gugat.

“Kami tidak akan membuat hari libur Muslim di Jerman, ungkap Alexander Dobrindt, seorang politisi senior CSU, mengatakan kepada surat kabar Bild. “Tokoh Kristen Jerman tidak dapat dinegosiasikan,” ujar Alexander Dobrindt.

Penolakan atas ide de Maiziere ini pada dasarnya tidak mengejutkan mengingat 16 wilayah di Jerman memiliki tanggung jawab untuk mengatur hari libur mereka masing-masing. Sehingga usulan de Maiziere bahkan memicu pertanyaan apa pentingnya pemerintah nasional mengungkap isu ini.

Sedangkan Pemimpin Demokrat Sosial Martin Schulz menurut kantor berita DPA mengatakan pada hari Sabtu bahwa gagasan itu layak dipikirkan. Dia mengatakan pada hari Sabtu bahwa gagasan itu layak dipikirkan.

Schulz mengatakan bahwa dia terkejut bahwa gagasan tersebut berasal dari menteri dalam negeri yang dia katakan biasanya dikenal karena “imajinasi yang sangat sedikit” di bidang ini.

De Maiziere sebelumnya meminta para imigran untuk menghormati “Leitkultur” Jerman, budaya referensi. “Leitkultur” merupakan istilah yang sering digunakan oleh kaum kanan.

Pemungutan suara di hari Minggu (15/10) merupakan ujian besar Merkel setelah dia memenangkan masa jabatan keempat dalam sebuah pemilihan nasional pada bulan September namun tanpa mayoritas di parlemen.

Kondisi ini yang memaksanya untuk memulai perundingan koalisi dengan taruhan tinggi. Mereka beralih mendukung Partai Alternatif untuk Jerman (AfD). Survei terbaru menunjukkan bahwa CDU tertinggal dari Partai Sosial Demokratik (SPD) di Lower Saxony, negara bagian terpadat keempat di Jerman.

Sumber: alaraby.co.uk