Kota Raqa, Ibukota ISIS di Suriah, Berhasil Dikuasai Koalisi Arab-Turki

Kota Raqa di Suriah yang sebagian besar dalam kondisi rusak parah, berhasil dikuasai koalisi Arab dan Kurdi (SDF) dukungan AS namun diperkirakan masih ada ratusan milisi ISIS yang bertahan/AFP

Jakarta, Sayangi.Com– Koalisi Arab-Kurdi dukungan Amerika Serikat, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), telah sepenuhnya merebut kota Raqa atau Raqqa, yang merupakan ibu kota ISIS di Suriah, demikian dilansir Reuters, Selasa (17/10).

Juru bicara SDF Talal Sello mengklaim, mereka telah menduduki kantong terakhir ISIS di Raqa lewat pertempuran selama berjam-jam. Stadion dan rumah sakit di Kota Raqa, menurut SDF, adalah dua basis terakhir yang sempat dipertahankan mati-matian oleh ISIS.

Seorang komandan SDF menyebutkan tidak ada seorang pun petempur ISIS yang tersisa di dalam stadion dan rumah sakit itu yang selama ini menjadi dua titik utama di mana ISIS diperangi habis-habisan SDF pada Senin malam dan Selasa.
SDF sudah memerangi ISIS di dalam kota Raqa sejak Juni lalu.

“(ISIS) sudah habis … tentara kami sudah sepenuhnya menguasai Raqqa. Operasi militer di Raqqa sudah dinyatakan selesai, namun kami masih melakukan operasi untuk menemukan sel-sel (milisi ISIS) dan mengangkat ranjau,” kata Talal Sello, kepada kantor berita AFP, Selasa petang waktu setempat.

Talla mengatakan, pernyataan resmi dikuasainya Raqqa akan diumumkan secepatnya. Namun seorang pejabat militer Amerika memperingatkan masih ada ratusan milisi ISIS di kota tersebut dan mereka masih bisa memberikan perlawanan.

Reuters juga melaporkan, senapan para pejuang SDF memuntahkan peluru ke udara demi merayakan ambruknya ISIS di benteng utamanya itu sembari meneriakkan berbagai slogan dari kendaraan dan lalu mengibarkan bendera di dalam sebuah stadion di Raqa.

ISIS menjadikan Kota Raqa sebagai ‘ibu kota kekhalifahan’ setelah menguasai kota ini pada awal 2014. Dari kota inilah ISIS merancang berbagai serangan teror ke seluruh dunia.

Raqa juga menjadi tempat bermukim baru bagi ribuan warga dari berbagai negara yang memenuhi panggilan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

Penyelidik kejahatan perang PBB mengatakan kerugian yang dialami warga sipil di Raqa sangat besar. PBB pekan lalu mengatakan sekitar 8.000 orang terperangkap di Raqa dan hampir 270.000 orang terpaksa mengungsi sejak April.

Pemantauan Hak Asasi Manusia Suriah, organisasi HAM yang berkantor di Inggris, mengatakan setidaknya 3.250 orang tewas di Raqa dalam lima bulan terakhir, 1.130 di antaranya adalah warga sipil. Ratusan masih dinyatakan hilang dan mereka mungkin saja tertimbun reruntuhan bangunan.

Setelah Raqa bisa direbut sepenuhnya dari ISIS, tantangan selanjutnya adalah membersihkan bom-bom rakitan yang ditanam di sekitar kota tersebut.