Bongkar Sindikat Uang Palsu, Bareskrim Polri Amankan Enam Tersangka

Direktur Tipideksus Polri Brigjen Agung Setya bersama Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Keuangan Bank Indonesia Luctor Tapiheru saat menggelar konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (18/10). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat pembuat uang palsu. Dari kasus tersebut, polisi turut mengamankan enam tersangka berinisial S, M, RS, I, T, dan AR.

Direktur Tipideksus Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, keenam tersangka diamankan dari beberapa tempat yang berbeda. Terbongkarnya sindikat ini, berawal dari penangkapan pengedar uang palsu berinisial S dan M. .

“Dimulai dari dua orang di Jatiwangi, Majalengka, penangkapan dari saudara S dan M pengedar uang palsu. Dari keduanya, kami menyita 196 dan 117 lembar uang palsu,” ujar Agung di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (18/10).

Dari pengakuan M, lanjut Agung, akhirnya diketahui bahwa uang palsu tersebut bukan dibuat olehnya, melainkan dibuat oleh tersangka I dan R. Berbekal informasi tersebut, akhirnya polisi menelusuri keberadaan I dan R yang merupakan suami istri.

“Kita lakukan pengejaran ke rumah I dan R, namun di rumahnya yang berada di Bangkalan, Madura kita hanya menemukan R (istri dari I). Peran I adalah membantu suaminya bertransaksi uang palsu dengan S dan M,” katanya.

Agung juga mengatakan, I membuat uang palsu dibantu oleh tersangka T. T sendiri akhirnya berhasil diringkus di Desa Sumur Kembang, Kabupaten Bangkalan Madura.

“Sementara I berhasil ditangkap di dalam goa kawasan hutan Taman Nasional Balurang. I bersembunyi di dalam goa setelah mendapat saran dari paranormal kenalannya,” jelasnya.

Lebih jauh Agung menuturkan, bahwa I dan T membuat uang palsu atas pesanan dari tersangka A. Pada akhirnya, polisi berhasil mendapatkan identitas A, dan dapat mengamankannya di stasiun kereta api Cirebon.

“Mereka buat ini atas pesanan dari saudara A yang sudah kita tangkap di Cirebon, menyerahkan Rp120 juta sebagai modal untuk kemudian memproduksi uang palsu. Mereka sudah produksi kurang lebih Rp400 juta, kita temukan buktinya,” paparnya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Keuangan Bank Indonesia, Luctor Tapiheru mengatakan, pihaknya mengapresiasi kesigapan Polri dalam menangani kasus sindikat uang palsu ini. Kedepannya, pihak Bank Indonesia dan Polri akan terus bekerjasama dalam hal pemberantasan uang palsu ini.

“Kedepannya kita tetap lakukan hal ini, upaya semakin sedikit semakin sempit kegiatannya (pemalsuan uang tersebut). Kita persempit ruang geraknya, dan khususnya bagaimana hukumnya dijatuhkan, agar para pelaku jera,” katanya.

Untuk para tersangka, akan dikenakan Pasal 36 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau (3), pasal 37 UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang juncto 55 KUHP dan atau Pasal 3 dan pasal 5 UU No. 8 tahun 2010 tentang TPPU. Dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.