Senator Partai Demokrat Sebut Perseteruan AS-Korut Memanas, Korsel Bingung dan Terguncang

Jack Reed senator Partai Demokrat AS. Foto Tampa Bay Time
Jack Reed senator Partai Demokrat AS. Foto Tampa Bay Time

Washington, Sayangi.com- Jack Reed Senator Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) ungkapkan perasaan warga Korea Selatan (Korsel) yang bingung dan terguncang. Kondisi tersebut lantaran memanasnya perseteruan AS dan Korea Utara (Korut), karena Seoul berada di “garis tembak” jika kedua negara itu perang.

Reed yang menjabat juga di Komite Angkatan Bersenjata Senat Amerika ini baru saja kembali dari Korea Selatan. Ia telah mengadakan pembicaraan dengan tentang para pemimpin Seoul tentang zona demiliterisasi.

”Saya pikir mereka bingung dan saya pikir mereka sedikit terguncang karena mereka mengerti bahwa mereka akan berada di garis tembak jika ada kontak antara Amerika Serikat dan Korea Utara dalam hal operasi militer kinetik,” kata Reed dalam sebuah konferensi pers, mengacu kemungkinan pecahnya perang.

Dikutip dari Busines Insider, Kamis (19/10), saat konpres tersebut Reed mengutip ucapan-ucapan Presiden Donald Trump soal krisis Korea Utara, di mana dia sempat menegur Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam upaya diplomasi dengan rezim Kim Jong-in.

”Di satu sisi mereka mendengar Sekretaris Negara (Menlu) Rex Tillerson ditegur karena menyarankan agar dia (Trump) mencoba membuat jalur komunikasi,” kata Reed. ”Di sisi lain, Trump dengan santai mengatakan bahwa dia mungkin akan berbicara dengan (pemimpin Korea Utara) Kim Jong-un,” ujar Senator Reed.

Presiden Trump dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan bulan depan. Dia akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In guna menyerukan pemaksimalkan tekanan pada Korea Utara.

Meskipun pernyataan Reed mengungkap kebingungan warga dan pemimpin Korea Selatan, namun sebuah survei Gallup Korea menemukan lain.  Pada bulan September survai Gallup tersebut justru menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen warga Korea Selatan sudah terbiasa dengan ancaman provokasi militer.

”Hasil survei menggambarkan warga Korea Selatan sudah terbiasa dengan ancaman provokasi yang berulang setelah lebih dari 60 tahun. Negara Korsel berada dalam keadaan gencatan senjata,” dengan negara serumpunnya Korea Utara.