Ksenia Sobhak “Paris Hilton” Rusia Maju Pemilihan Presiden 2018

Ksenia Sobhak kandidat presiden Rusia. Foto Tyden
Ksenia Sobhak kandidat presiden Rusia. Foto Tyden

Moskow,Sayangi.com. Sosialita Rusia Ksenia Sobchak mengatakan pada hari Rabu (18/9) waktu setempat bahwa dia berencana untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun depan.

Meskipun dia memiliki prospek untuk menang, namun ia mengaku bahwa langkah yang akan ditempuhnya tak mudah. Kremlin menyambut baik pencalonannya, dengan mengatakan bahwa pengajuan dirinya itu sepenuhnya bersifat konstitusional.

Dari Jajak pendapat menunjukkan Putin, yang telah mendominasi politik Rusia selama hampir dua dekade, akan dengan mudah memenangkan pemilihan ulang. Seperti yang dituliskan sebagian besar pengamat, Putin memutuskan untuk menduduki kembali jabatannya pada bulan Maret tahun depan.

Meskipun Putin diperkirakan akan terpilih lagi menjadi presiden jika ia maju dalam pilpres, namun pria berusia 65 tahun itu belum mengumumkan pencalonannya.

Sebagian besar pemilih menuduh Putin memiliki sebuah sistem korup yang telah mengisolasi Rusia dari dunia luar, Dan banyak dari mereka telah mengambil bagian dalam demonstrasi massa yang diselenggarakan oleh oposisi Putin Alexei Navalny.

Kandidat Presiden Rusia Ksenia Sobchak. Foto blogger
Kandidat Presiden Rusia Ksenia Sobchak. Foto blogger

Sobchak sendiri mengaku mendukung tokoh oposisi, Alexei Navalny, yang dilarang maju dalam pilpres 2018. Pejabat Rusia mengatakan Navalny tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden karena adanya hukuman kriminal yang menurutnya dibuat.

Pelarangan Navany karena Kremlin menuduhnya ia terbukti melakukan penipuan. Navalny mengatakan tuduhanan tersebut dibuat-buat oleh rezim Putin. Saat ini Navalny menjalani penjara 20 hari karena telah mengorganisir unjuk rasa yang tak diberi izin oleh pihak berwenang.

Meski sama-sama dari pihak oposisi, Navalny telah memperingatkan Sobchak agar tak maju dalam pilpres. Beberapa pihak pun memprediksi akan adanya perpecahan di pihak oposisi.

Sobchak, dijuluki oleh majalah Vogue sebagai “Paris Hilton” Rusia. Dia merupakan sosialita yang beralih menjadi jurnalis dan presenter TV. Terkait pencalonannya menuju Kremlin pertama ia mengatakan, ia ingin menjadi ‘corong’ bagi mereka yang tak bisa menjadi kandidat.

“Saya melawan revolusi, tapi saya adalah perantara dan pengorganisir yang baik,” tulis Sobchak dalam sebuah surat yang diterbitkan dalam situs bisnis Vedomosti.

Dalam sebuah video klip yang ia unggah pada hari Rabu malam, Sobchak mengatakan bahwa dia berhak mencalonkan diri untuk jabatan politis Rusia di bawah konstitusi negara tersebut.

Dia menetapkan bahwa semua kandidat harus berusia 35 atau lebih. “Saya memutuskan untuk menggunakan hak itu karena saya melawan semua kandidat (kandidat) yang biasanya menggunakan hak itu,” tuturnya.

Perempuan berusia 35 tahun itu adalah anak dari mantan Wali Kota Saint Petersburg, Anatoly Sobchak. Ayahnya dikenal sebagai guru politik Putin. “Ketika saya berusia 18 dan sedang belajar di universitas, Vladimir Putin menjadi presiden Rusia.

Anak-anak yang lahir tahun itu akan pergi dan akan memilih sesuai diri mereka sendiri tahun ini”ungkap Sobchak. Pilpres Rusia akan dimulai sekitar 7 Desember 2017, yakni saat partai politik diperkirakan akan mengadakan kongres untuk mencalonkan kandidat mereka.

Di negara ini setiap warga negaranya yang tak didukung partai politik, boleh mencalon presiden melalui jalur independen. Setiap warga negara Rusia berhak mendaftar sebagai calon presiden setelah ia mengumpulkan setidaknya 300.000 tanda tangan.

Sumber: Reuters