Polisi Akan Beri Pelatihan Khusus Kepada Calon Penyidik Densus Tipikor

Irjen Pol Setyo Wasisto

Jakarta, Sayangi.com – Polri berencana membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Hal itu tengah digodok oleh pihak Polri bersama dengan Komisi III DPR dan pihak Pemerintah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memastikan, tugas dari Densus Tipikor tidak akan tumpang tindih dengan KPK. Justru, kata Setyo, Densus Tipikor nantinya akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung.

“Jaksa yang berbentuk tim yang menangani kasus-kasus tindak pidana korupsi, sehingga itu sudah sejalan semangatnya. Karena semangat pembentukan densus anti korupsi ini adalah untuk memberantas tindak pidana korupsi yang saat ini masih masif masih terjadi dimana-mana,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/10).

Setyo juga mengatakan, Polri telah mempersiapkan beberapa langkah dalam pembentukan Densus Tipikor. Diantaranya adalah pengkajian struktur organisasi, dan juga anggaran.

“Kita sudah membuat struktur, dikaji dari organisasi dan tata lembaga, kemudian anggaran juga sudah dipersiapkan. Kemudian untuk personel, untuk pelatihan-pelatihan akan menyusul,” katanya.

Polri, kata Setyo, juga akan memberi pelatihan kepada anggotanya yang akan menjadi calon penyidik di Densus Tipikor. Pasalnya, kasus korupsi merupakan tindak pidana yang harus mendapat penanganan khusus.

“Kita kan selalu melakukan pelatihan melakukan penyegaran untuk masalah pendidikan itu. Jadi khusus untuk misalnya masalah korupsi, kita adakan pelatihan khusus,” terangnya.

Kita kan selalu melakukan pelatihan melakukan penyegaran utk masalah pendidikan itu. Jadi khusus utk misalnya/masalah korupsi kita adakan pelatihan khusus. Utk masalah perempuan dan anak juga melaksanakan pelatihan seperti itu.

Lebih jauh Setyo berharap, akhir tahun 2017 ini Densus Tipikor dapat beroperasi. Namun, Polri akan mengikuti sikap pemerintah mengenai Densus Tipikor.

“Sudah kita persiapkan (pembentukan Densus Tipikor), tapi nanti kalau pemerintah ada keputusan lain mungkin kita ikut,” jelasnya.