Polri Kaji Laporan Terhadap Anies Baswedan yang Dilayangkan Gerakan Pancasila

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)
Jakarta, Sayangi.com – Pidato Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menyebut kata pribumi berbuntut panjang. Koordinator Gerakan Pancasila Jack Boyd Lapian melaporkan Anies Baswedan, karena dianggap pidato tersebut dapat memecah belah Pancasila.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, saat ini Bareskrim tengah mengkaji laporan tersebut. Jika ditengarai ada unsur pidana, maka akan ditentukan dimana laporan tersebut akan diselidiki.

“Setelah dikaji, kalau itu memenuhi unsur maka disampaikan ke Direktorat yang menangani,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/10).

Setyo juga mengatakan, saat ini pihaknya tengah mencari tahu ada berapa laporan terhadap Anies. Hal ini dilakukan agar penyidik nantinya dapat menentukan satuan kerja, yang menangani laporan tersebut.

“Kalau itu laporannya ada di beberapa tempat, maka akan disatukan, dan dilihat apakah ini pelaporannya sama kasusnya. Sehingga akan diproses pada satu Satker, saat ini masih dikaji,” tuturnya.

Setelah selesai dikaji, lanjut Setyo, pihaknya akan memanggil saksi untuk mencari informasi terkait laporan. Saksi tersebut berasal dari saksi yang berada di tempat kejadian dan saksi ahli.

“Pasti akan periksa saksi-saksi dulu, pelapor, keterangan ahli, kemudian saksi lain yang melihat, mendengar, dan merasakan sendiri,” jelasnya.

Lebih jauh Setyo mengatakan, bila laporan tersebut dilanjutkan, pelapor juga akan dipanggil oleh penyidik. Namun, kata Setyo, pemanggilan pelapor biasanya dilakukan setelah polisi memanggil saksi lainnya.

“Nanti, (pemanggilan pelapor) itu belakangan, saksi-saksi dulu lah. Prosedurnya kan begitu,” tandasnya.

Seperti diketahui, laporan tersebut diterima Bareskrim Polri dengan LP/ 1072/X/20 17/ tanggal 17 Oktober 2017. Saat melaporkan Anies, Jack didampingi tiga anggota Banteng Muda Indonesia (BMI) DPD DKI Jakarta.