Korea Utara Kekeuh Akan Teruskan Uji Coba Nuklir

Diplomat Korea Utara Choe Son hui.Foto DNA India
Diplomat Korea Utara Choe Son hui.Foto DNA India

Moskow,Sayangi.com- Seorang diplomat Korea Utara mengatakan, Jumat (20/10), Pyongyang berniat melanjutkan uji coba nuklir dalam kepentingan untuk mempertahankan diri. Korut menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang bermain “sepak bola nuklir”, kata kantor berita RIA dalam laporannya.

Pernyataan tersebut itu ditegaskan seorang diplomat senior Korea Utara (Korut) yang menyatakan bahwa memiliki senjata nuklir adalah masalah hidup dan mati bagi negaranya.

Dikutip dari Reuters (21/10) Choe Son-hui, Direktur Jenderal Departemen Luar Negeri di Kementerian Luar Negeri Korut menyampaikan prinsip senjata nuklir negaranya itu dalam sebuah Konferensi Non-Proliferasi di Moskow, pada hari Jumat.

Menurutnya, Amerika Serikat (AS) mau tidak mau harus menerima Korut dengan status sebagai negara nuklir. Situasi saat ini memperdalam pemahaman kami bahwa kami membutuhkan senjata nuklir untuk mengusir serangan potensial,” katanya. ”Kami akan merespons api dengan api,” lanjut Choe.

“Republik Rakyat Demokratik Korea secara tetap yakin bahwa pengembangan senjata nuklir merupakan pilihan tepat. Dan kami sedang memperkuat niat kami untuk melakukan uji coba agar dapat menghadapi ancaman nuklir dari AS,” katanya.

RIA juga mengutip diplomat tersebut ketika ia berbicara pada acara yang sama bahwa Trump memiliki “ribuan” senjata nuklir yang bisa ia kerahkan kapan saja dan bahwa AS sedang memainkan “sepak bola nuklir.

Pyongyang menganggap melalui sanksi Dewan Keamanan PBB ada upaya untuk “mencekik” negara komunis tersebut. Bagi Korut sanksi Dewan Keamanan merupakan upaya untuk mendeklarasikan perang.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang berbicara pada konferensi yang sama pada hari Jumat, mendesak kekuatan dunia untuk bisa berada di belakang peta jalan damai yang dirancang Rusia dan China untuk menyelesaikan krisis program senjata Korea Utara.

”Kami yakin bahwa implementasinya akan mendorong berkurangnya aktivitas militer dan ketegangan di semenanjung Korea dan pembentukan di Asia Timur Laut dengan sistem keamanan yang sama dan tidak dapat dibagi,” ungkap Lavrov.

”Tugas utama pada tahap ini adalah mencegah konflik militer yang pasti akan mengarah pada bencana kemanusiaan, ekonomi dan ekologi berskala besar,” kata Lavrov. ”Semua pihak yang terlibat harus menahan diri.”

Resolusi yang diusulkan Rusia dan China akan memaksa Korut menangguhkan uji coba rudal dan senjata nuklirnya dengan imbalan penghentian latihan perang gabungan AS-Korea Selatan. Namun, sejauh ini Washington menolak usulan itu.