Spanyol Pecat Pemimpin Catalonia dan Ambil Alih Pemerintahan

PM Spanyol Mariano Rajoyl mendapat dukungan oposisi untuk mengambil alih pemerintahan Catalonia dan segera menggelar pemilihan daerah/ Foto: Reuters

Madrid, Sayangi.Com– Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengungkapkan langkah untuk membubarkan pemerintahan otonomi Catalonia, namun tak akan membubarkan parlemen semi otonom dan akan segera menggelar pemilihan umum di provinsi kaya raya itu yang dalam sebulan terakhir dilanda krisis karena ingin memisahkan diri dari Spanyol.

Rencana untuk memecat para pemimpin Catalonia itu disampaikan Mariano Rajoy, setelah ia memimpin pertemuan darurat kabinet di Madrid, pada Sabtu (21/10).

Langkah-langkah yang disusun kabinet ini seterusnya akan diajukan ke Senat Spanyol, yang akan mengambil keputusan melalui pemungutan suara.

Dikutip dari BBC.Com, Sabtu (21/10), Rajoy mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki pilihan selain mengambil alih pemerintahan, menempatkan Catalonia dalam administrasi langsung Spanyol, dengan alasan bahwa tindakan pemerintah Catalonia bertentangan dengan hukum dan mencari konfrontasi.

Pada Jumat (20/10) kemarin, kelompok Sosialis sebagai oposisi utama menyatakan akan mendukung langkah pencabutan otonomi Catalonia dan mengakhiri krisis yang berdampak pada sektor ekonomi Spanyol itu.

Pemimpin Catalonia, Carles Puigdemont, sejauh ini mengabaikan ultimatum pemerintah nasional untuk membatalkan upaya melepaskan diri dari Spanyol menyusul referendum untuk kemerdekaan yang dinyatakan ilegal oleh Pengadilan tertinggi dan Pemerintah Spanyol.

Referendum untuk kemerdekaan Catalonia pada 1 Oktober 2017, yang diklaim didukung oleh 90 persen warga Catalonia, tampaknya tidak mendapat dukungan politik dari dalam dan luar negeri.

Negara-negara Uni Eropa menyatakan lepas tangan atas krisis Catalonia. Presiden Dewan Eropa Donald Tusk secara eksplisit mengesampingkan segala bentuk keterlibatan Uni Eropa terkait Catalonia, terlepas dari situasi yang menurutnya memprihatinkan.

“Tidak ada ruang, tidak ada tempat untuk mediasi, tidak juga untuk prakarsa atau tindakan masyarakat internasional,” kata Tusk.

Pemimpin Eropa lainnya, seperti Angela Merkel dari Jerman dan Emmanuel Macron dari Prancis, juga memberikan dukungan mereka kepada Madrid.

Catalonia Tetap Bagian Spanyol

Dikutip dari AFP, Raja Spanyol Felipe memberikan pidato terkait persatuan negaranya dan dukungan kepada pemerintah pusat. Ia menyebut Catalonia akan tetap menjadi bagian penting Spanyol.

“Spanyol harus menghadapi upaya pemisahan diri yang tak beralasan di wilayah nasionalnya dengan penyelesaian melalui institusi demokratis yang sah,” kata Raja Felipe,  Sabtu (21/10).

“Kami tidak ingin melepaskan apa yang telah kami bangun bersama,” ujarnya.

Raja Felipe juga menyinggung bahwa Spanyol telah mengatasi “kesalahan masa lalu” yang merujuk pada kediktatoran penguasaan militer di negara tersebut, beberapa dekade silam.

“Dalam beberapa dekade belakangan ini, publik Spanyol telah melanjutkan sejarah, menghormati keputusan untuk hidup bersama dalam demokrasi,” katanya.

“Kita telah hidup dan berbagi kesuksesan juga kegagalan, kemenangan dan pengorbanan, yang menyatukan kita dalam kegembiraan dan perjuangan. Kita tidak dapat melupakannya,” lanjutnya.

Felipe menyebut prestasi Spanyol dalam beberapa dekade terakhir terwujud lantaran adanya keinginan untuk hidup berdampingan dan saling memahami dalam asas demokrasi.