Presiden Filipina Katakan Dia Akan Tembak Penjahat Lewat Tangannya

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto Aaron Favila / AP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto Aaron Favila / AP

Manila,Sayangi.com- Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah menawarkan diri untuk memotret pemerkosa dan pedofil. Ia juga memperingatkan bahwa dia dapat membawa polisi kembali ke garis depan perang mematikannya terhadap narkoba.

Ancaman Duterte ini muncul setelah dia menghentikan peran polisi dalam perang anti-narkoba. Dikutip dari thenational.ae (22/10) Rodrigo Duterte telah membuat komentar tersebut pada hari Jumat (20/10). Ia mengaku bersedia untuk menembak penjahat dengan tangannya sendiri jika polisi tidak berani menjalankan tugasnya.

Pemimpin Filipina yang dijuluki “The Punisher” atau “Penghukum” telah mempertimbangkan untuk membawa polisi kembali ke perang anti-narkoba. Ia menamai operasinya ini “Oplan Double Barrel dan Oplan Tokhang”.

Pada bulan ini Oktober ini Duterte resmi menghentikan peran Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dari perang melawan narkoba yang telah memicu kritikan karena banyaknya orang yang terbunuh.

Peran untuk memerangi narkoba di negara itu kini di tangan Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA). Anggota lembaga yang baru ini , yang memiliki sekitar 2.000 petugas dibandingkan dengan 165.000 di kepolisian.

Dilansir dari AFP (22/10), sikap keras Presiden Duterte atas kejahatan telah meraih simpati dari banyak pendukungnya. Dia dianggap berhasil menepati janjinya saat kampanye pemilu bahwa dia akan melakukan tindakan keras terhadap kejahatan dan narkoba.

Saat kampanye, Duterte sesumbar akan memberi makan ikan di Teluk Manila dengan 100.000 penjahat. Pada bulan Januari lalu, perang anti-narkoba sempat dihentikannya.

Sementara  penculikan dan pembunuhan terhadap seorang pengusaha Korea Selatan dilakukan oleh polisi “nakal” Filipina. Pengusaha Korea Selatan itu diculik atas dalih operasi anti-narkoba.

Namun, tak lama kemudian, operasi anti-narkoba dijalankan lagi oleh pemerintah Duterte. Menurut Badan Informasi Filipina, hampir 4.000 orang yang otoritasnya disebut sebagai “pentolan” penjahat telah kehilangan nyawa.

Para penjahat tersebut diberangus  dalam perang terhadap narkoba yang dikobarkan Duterte. Kendati demikian, kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa jumlah korban yang sebenarnya jauh lebih besar.

Duterte telah berulang kali menegaskan bahwa dia belum memerintahkan para polisi untuk membunuh pecandu narkoba atau tersangka.

Sementara itu di lain waktu dia katakan bahwa dia akan dengan senang hati membantai mereka (pecandu narkoba),atau memiliki puluhan ribu orang yang terbunuh. .