Gitanjali Rao : Gadis 11 Tahun Pemenang Ilmuwan Muda AS

Foto Loop PNG
Foto Loop PNG

Washington,Sayangi.com- Seorang siswi berusia 11 tahun keluar sebagai “ilmuwan muda top Amerika” di Challenge Scientist 3M Young Scientific 2017. Gitanjali Rao menemukan alat tes yang cepat dan murah untuk mendeteksi air yang terkontaminasi timbal.

Dia berhasil menyingkirkan 10 finalis. Kemenangan Rao diumumkan pada Selasa (17/10/2017). Dengan kemenangannya ini, Rao berhak mendapatkan 25.000 dollar Amerika atau setara dengan 337.850.075 rupiah.

Penemuan Gitanjali terinspirasi oleh skandal di Flint, Michigan, di mana para pejabat menghadapi tuduhan termasuk pembunuhan karena kontaminasi air pada tahun 2014-2015, ungkapnya kepada Business Insider.

“Gagasan itu baru saja saya dapatkan saat melihat orang tua saya menguji timbal pada air di rumah kami,” tutur siswa kelas tujuh ini seperti yang dikutip dari Business Insider.

Sebelum menyabet gelar gadis asal Colorado ini telah menghabiskan waktu selama tiga bulan berkolaborasi dengan para ilmuwan 3M untuk mengembangkan gagasan yang diciptakan.

Foto FutureEnTech
Foto FutureEnTech

Perangkatnya menggunakan nanotube karbon untuk mendeteksi adanya timbal. Ribuan sistem air AS dilaporkan terkontaminasi oleh timbal.Menurut data yang diperolah pada 2016, air yang terkontaminasi timbal menjadi masalah bagi 5.300 sistem air di Amerika Serikat.

Karena itu, saat ingin menguji kadar timbal dalam air mereka, orang akan menggunakan satu dari dua cara. Biasanya, orang-orang akan menggunakan strip tes timbal. Cara ini kelihatannya memang cepat, namun hasilnya tidak sepenuhnya akurat.

Cara lain yang bisa dilakukan biasanya adalah mengirim air ke (Environmental Protection Agency) EPA untuk di analisis. Sayangnya, cara ini membutuhkan waktu lama dan peralatan yang mahal.

Karena itulah Gitanjali kemudian ia ingin merancang solusi yang lebih cerdas dan efektif. Selama musim panas Rao bekerja dengan ilmuan untuk membuat sensor yang diusulkannya menjadi nyata. Penemuan Rao pengukur timbal dalam kandungan air ini dinamai Rao Tethys.

Nama Tethys berasal dari dewi air Yunani. Perangkat yang diberi nama Rao Tethys ini menggunakan karbon-nanotube untuk mendeteksi keberadaan timbal dalam air.

Alat ini akan dipasangkan dengan perangkat aplikasi seluler yang mampu menampilkan status air.

“Saya mempelajari sedikit dari kedua topik ini karena saya sangat tertarik dengan bidang ini. “Dan kemudian saya menemukan perangkat ini untuk membantu menyelamatkan nyawa.” tutupnya.

Gitanjali yang bercita-cita menjadi ahli genetika atau ahli epidemiologi ini mengatakan kontaminasi timbal menarik baginya karena menggabungkan kedua disiplin ilmu tersebut.

Setelah kemenangannya, Gitanjali mengatakan bahwa dia ingin memperbaiki perangkat lebih jauh sehingga akhirnya bisa dipasarkan. “Jika anda mandi dengan air yang terkontaminasi, kemudian dengan mudah mendapatkan ruam. Dan tentunya ruam akan dipelajari oleh ahli epidemiologi,”¬†tegasnya.

Sumber: BBC