Carles Puigdemont Minta Parlemen Catalonia Melawan Pemerintah Pusat

Carles Puigdemont (kiri) bersama PM Spanyol Mariano Rajoy yang kini berselisih tajam/ Foto: Reuters

Barcelona, Sayangi.Com– Pemimpin Catalonia Carles Puigdemont menolak langkah pemerintah pusat Spanyol yang akan membekukan pemerintahan regional dan mengambil alih pemerintahan di provinsi kaya raya dengan otonomi khusus itu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi setempat, Sabtu (21/10) malam waktu Spanyol, ia meminta parlemen Catalonia untuk melawan pemerintah pusat. Demikian dilaporkan Reuters.

Puigdemont menyebut keputusan Perdana Menteri Mariano Rajoy untuk membekukan pemerintah regional dan memaksakan Pemilu baru yang akan efekfit Jumat pekan depan, sebagai “serangan terburuk terhadap lembaga-lembaga dan rakyat Catalonia sejak kediktatoran militer Francisco Franco.”

“Saya meminta parlemen bertemu dalam sesi pleno di mana kami yang merupakan perwakilan kedaulatan rakyat, menentukan keputusan menyangkut usaha pemerintah pusat untuk membubarkan pemerintahan dan demokrasi kami,” kata Puigdemont.

Pernyataan Carles Puigdemont itu disampaikan selang beberapa jam setelah PM Spanyol Mariano Rajoy pada Sabtu (21/10) kemarin, mengungkapkan kebijakan kabinetnya untuk membekukan pemerintahan regional Catalonia dan menyelenggarakan pemilu parlemen segera.

Usai memimpin Rapat Kabinet darurat, Rajoy mengatakan bahwa pemerintah pusat tidak memiliki pilihan selain mengambil alih pemerintahan dan menempatkan Catalonia dalam administrasi langsung Spanyol, dengan alasan bahwa tindakan pemerintah Catalonia melaksanakan referendum kemerdekaan bertentangan dengan hukum dan mencari konfrontasi.