HMI Berharap Polisi Bebaskan Dua Mahasiswa Pendemo Istana yang Ditahan

Ketua Umum HMI Mulyadi P Tamsir. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Dua orang mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa memperingati tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK ditahan di Polda Metro Jaya. Mereka adalah Muhammad Ardy Sutrisbi, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Ihsan Munawwar, mahasiswa STEI SEBI.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Mulyadi P Tamsir berharap, polisi dapat membebaskan keduanya. Ia khawatir, bila polisi tetap menahan dua mahasiswa tersebut, akan terjadi aksi mahasiswa lagi.

“Kita harap teman-teman dapat dibebaskan oleh pihak keamanan jika tidak ingin ada aksi mahasiswa,” ujar Mulyadi di hotel Ambhara, Jakarta, Senin (23/10).

Menurutnya, aksi mahasiswa yang dilakukan di depan Istana Negara merupakan sebuah bentuk dari sikap kritis mahasiswa. Ia yakin, tidak ada upaya dari mahasiswa untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

“Tidak ada yang ingin menjatuhkan pemerintah. Kita selalu support teman-teman yang melakukan aksi di jalan,” terangnya.

Mulyadi juga mengatakan, demonstrasi yang terjadi pada Jumat (20/10) lalu itu hanya sebagai simbol refleksi dari tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK. Menurut Mulyadi, mahasiswa hanya kembali mengingatkan apa yang telah dijanjikan Jokowi-JK pada masa kampanye 2014 silam.

“Kita hanya mengingatkan apa saja janji-janjinya Jokowi-JK. Kami harap mereka dapat lurus kepada janjinya yang sudah diucapkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, polisi sempat mengamankan 14 orang pengunjuk rasa pada Jumat (20/10) malam. Dari 14 orang yang diamankan, dua orang akhirnya ditahan karena diduga sebagai provokator.